KABAR BIREUEN-Mahasiswa Universitas Almuslim Peusangan Bireuen mengakhiri pengabdiannya di Kabupaten Aceh Utara, dan telah kembali ke kampus, Jumat (26/02/2021).

Acara penyerahan kembali peserta KM setelah menyelesaikan pengabdiannya selama satu bulan, dilakukan oleh Camat Lhoksukon dan Camat Matangkuli bertempat di kantor camat masing-masing.

Rektor Umuslim, Dr. Marwan MPd melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Ir. H. Saiful Huri M.Si, ketika menjemput mahasiswa KKM bertempat di kantor Camat Matangkuli menyampaikan bahwa, pihaknya menjemput, sebanyak 125 mahasiswa yang mengabdi di Matangkuli dan juga yang di Kecamatan Lhoksukon untuk kembali ke kampus.

“Alhamdulillah Sebanyak 125 mahasiswa masing-masing kecamatan telah selesai melakukan pengabdian dengan baik,” ujar Saiful Hurri.

Camat Matangkuli diwakili Zukhirullah, S.Sos selaku Sekcam pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pengembalian mahasiswa Km Umuslim sesuai dengan jadwal yangbtelah ditetapkan.

“Berdasarkan laporan masyarakat, mahasiswa Umuslim telah banyak melakukan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Harapannya kevdepaan Umuslim dapat memilih Kecamatan Matangkuli sebagai lokasi pengabdian dan pihamnya siap menerimanya.

Ada beberapa program yang dibuat mahasiswa KKM sangat menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat, seperti Program Kreativitas Anak (PKA), pelatihan komputer bagi aparatur desa, perintisan web desa dan banyak lagi program mandiri dan kelompok di tingkat kampung.

Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kecamatan Matangkuli, Zulkifli, M.Kom pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa pelaksanaan kkm, berjalan lancar dan telah terjalin silaturahmi yang cukup baik antara mahasiswa dan masyarakat

Hal ini terlihat antusiasnya masyarakat menyambut dan mendukung setiap program yang dijalankan peserta KKM.

“Kami berharap agar silaturrahmi ini tidak hanya sampai di sini, tetapi terus berlanjut, untuk masa yang akan datang, kedepan agar ada saling bersilaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat,” sebut Zulkifli.

Saat mahasiswa menaiki bus jemputan, terlihat banyak masyarakat khususnya kaum ibu dengan wajah sedih, turut mengantar dan membantu menaikkan barang mahasiswa kedalam bus.(REL)