LKK PBNU dan Kemenag RI Perkuat Kapasitas Relawan Dukungan Psikososial Pascabencana di Aceh

KABAR BIREUEN, Bireuen – Guna membantu pemulihan psikososial, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKK PBNU) bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar kegiatan peningkatan kapasitas relawan dukungan psikososial pascabencana di Aceh.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 4-9 Januari 2026, dengan menyasar tiga Kabupaten terdampak banjir bandang dan longsor, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Bireuen.

Khusus di Bireuen, pembekalan untuk relawan selama sehari penuh tersebut dibuka Kepala Kantor Kemenag (Kakan Kemenag) Bireuen, Dr. Zulkifli, M.Pd, di aula kantor setempat, Rabu (7/1/2026).

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, hadir Katim Kepenghuluan dan Sakinah, Dr. Khairuddin, MA beserta tim penguatan pembekalan relawan dari Ditjen Bimas Islam, Kasi Bimas Islam Kankemenag Bireuen, Rifal Fauzal, SH, dan Kasi Pendidikan Madrasah, Anis, S.Ag.

BACA JUGA: HUT Kabupaten Bireuen ke-26, Kankemenag Bireuen Meriahkan Pawai Budaya

Kakan Kemenag Bireuen, Zulkifli menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terjalinnya kerja sama antara LKK PBNU dengan Kemenag RI, terlebih lagi telah memilih Bireuen sebagai salah satu kabupaten yang diberikan kepercayaan dalam penanganan psikososial penyintas bencana hidrometeorologi.

“Mari kita berkolaborasi dalam penanganan bencana ni sebagai media pembelajaran dan refleksi. Karena tanpa kerja sama yang solid, berat rasanya membangun dan menata kembali kehidupan psikis masyarakat yang terdampak bencana,” ingatnya.

Dikatakan, jajaran Kankemenag Bireuen sendiri tidak luput dari bencana banjir, ada anak didik yang meninggal dunia, madrasah, KUA, dan rumah serta harta benda mengalami kerusakan.

Pemateri sedang memberikan pembekalan kepada relawan. (Foto: Dok. Kankemenag Bireuen)

Sarana ibadah dan pendidikan Islam juga turut terdampak seperti rusaknya pesantren, masjid, dan meunasah. Aceh yang kuat secara spiritual, sekarang Allah uji kembali setelah bencana tsunami pada 2004 lalu.

Di Aceh, kata Zulkifli, sangat kuat dengan nilai gotong royong dan saling membantu setiap ada bencana yang telah menjadi kearifan lokal.

“Namun, adanya trauma kolektif pascabencana, tidak mungkin pulih dalam hitungan hari dan bulan. Tapi dengan adanya kolaborasi, kita yakin pemulihkan trauma kolektif ini akan dapat kita hilangkan,” ujar Zulkifli.

BACA JUGA: Kakankemenag Bireuen: Untuk Jadi Kepala Madrasah Syaratnya Lulus Cakep dan Ukom

Sugeng Widodo , P.Si, dari instruktur Nasional keluarga sakinah Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, menyebutkan, bencana banjir bandang di Aceh butuh perhatian khusus, karena merupakan provinsi yang paling terdampak di Sumatra.

“Sehingga perlu penanganan emergensi respon yang menyeluruh, terutama penanganan terhadap korban yang masih hidup, agar kondisi psikologis mereka tidak lebih parah,” ingat psikolog yang akrab disapa Paman Dodo itu.

Paman Dodo sepakat dengan Kakan Kemenag Bireuen, seperti adanya tagar di media sosial, ‘warga bantu korban’, dan ‘korban bantu korban’ di Aceh. Ini memang gen-nya orang Aceh dalam solidaritas.

Syarat emergency respon, menurut ia, terpenuhinya kebutuhan dasar, seperti hunian layak huni, insfratruktur, listrik, sanitasi, baru kemudian dilanjutkan pemulihan psikososial.

Pemateri dan peserta melakukan simulasi dan sesi diskusi. (Foto: Dok. Kankemenag Bireuen)

Pemateri lainnya, Nurmey Nurulhaq, P.Si menyampaikan, kegiatan ini dirancang untuk membekali relawan yang terjun langsung ke lapangan dengan pemahaman dasar psikologi kebencanaan dan keterampilan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana.

“Relawan adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan penyintas. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman tentang kondisi psikologis korban bencana agar pendampingan yang diberikan tepat sasaran dan punya output yang nyata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bencana bukan hanya menyisakan kerusakan fisik dan kehilangan harta benda, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang kerap tidak terlihat.

BACA JUGA: Putri Mizanna Raih Juara Penyuluh Award Aceh 2025, Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

“Rasa takut, trauma, kecemasan, hingga kehilangan harapan menjadi beban berat bagi penyintas bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia,” katanya.

Kegiatan ini juga menggandeng penyuluh agama, penghulu, guru PAUD, dan relawan NU sebagai mitra strategis di lapangan.

Para peserta yang berjumlah 36 orang itu mendapatkan pembekalan tentang teknik komunikasi empatik, pengenalan reaksi psikologis pascatrauma, serta cara menciptakan ruang aman bagi penyintas.

“Dukungan psikososial bukan terapi klinis, namun pendampingan awal agar penyintas merasa diterima dan tidak merasa sendirian. Relawan harus mampu menjadi pendengar yang baik dan penopang emosional korban,” tegas Nurmey. (Red) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Polda Aceh Pastikan Situasi Usai Zikir Peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 Kembali Kondusif

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh— Polda Aceh memastikan situasi setelah pelaksanaan zikir dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda...

Bupati Bireuen Letakkan Batu Pertama Pembangunan 34 Unit Rumah Layak Huni

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni di tiga lokasi berbeda di Kabupaten...

Bupati Bireuen Kukuhkan 35 Anggota Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir, H, Mukhlis, ST mengukuhkan 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026, di Aula Lama Setdakab...

Peringati Hari Damai Aceh, Dinsos Bireuen Santuni Keluarga Almarhum Nek Amat

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Memperingati Hari Damai Aceh, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bireuen menunjukkan kepedulian kepada keluarga almarhum Sunardi alias Nek Amat, salah seorang...

Jaga Keamanan Masyarakat, Polres Bireuen Patroli Rutin di Sejumlah Lokasi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Bireuen terus meningkatkan patroli rutin di sejumlah wilayah. Patroli dilaksanakan oleh Tim Patroli Presisi Satsamapta,...

KABAR POPULER

Calon Paskibraka Bireuen Gladi Bersih Upacara HUT ke-81 RI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 melakukan gladi bersih...

Bupati Bireuen Kukuhkan 35 Anggota Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir, H, Mukhlis, ST mengukuhkan 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026, di Aula Lama Setdakab...

215 Personel Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh Amankan Expo Hari Damai Aceh ‎

0
‎KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sebanyak 215 personel gabungan Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh diturunkan untuk mengamankan pelaksanaan Expo dalam rangka memperingati Hari...

Peringati Hari Damai Aceh, Dinsos Bireuen Santuni Keluarga Almarhum Nek Amat

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Memperingati Hari Damai Aceh, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bireuen menunjukkan kepedulian kepada keluarga almarhum Sunardi alias Nek Amat, salah seorang...

Polda Aceh Pastikan Situasi Usai Zikir Peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 Kembali Kondusif

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh— Polda Aceh memastikan situasi setelah pelaksanaan zikir dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda...