KABAR BIREUEN – Kondisi listrik PLN menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SLTP dan SLTA mulai hidup padam, sangat mengecewakan pelanggan dan juga mencemaskan para peserta UNBK tingkat SLTP dan SLTA di 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen yang akan berlangsung April mendatang.
Jajaran pendidikan di Kabupaten Bireuen sangat berharap kepada pihak PLN Aceh, harus mampu menormalkan kondisi listrik di Aceh umumnya dan di Kabupaten Bireuen khususnya, untuk kebutuhan pelanggan. Terutama, untuk kebutuhan peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SLTP dan SLTA April 2018 mendatang.
Hal itu dikemukakan Kepala SMAN 1 Kuala, Halim, S.Pd, M.Pd, dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Rabu (28/3/2018).
Dikatakannya, para Kepala SLTP dan SLTA di Kabupaten Bireuen mulai cemas melihat kondisi listrik PLN hidup padam, baik siang maupun malam hari jelang akan berlangsungnya UNBK di Kabupaten Bireuen. Ini sangat mengkhawatirkan akan terganggunya pelaksanaan UNBK April mendatang.
“Sudah saatnya pihak PLN menormalkan listrik di Aceh, baik siang maupun malam hari, agar pendidikan di sekolah, dayah, balai pengajian dan pelanggan PLN lainnya tidak terus-menerus kecewa,” harap Halim.
Menurut Halim, SMAN 1 Kuala Bireuen yang dipimpinnya ini, tahun pelajaran 2017-2018 peserta UNBK sebanyak 83 orang. Terdiri dari IPA 40 orang dan IPS 43 orang. Dari peserta tersebut dua siswa di antaranya mengundurkan diri.
Jumlah peserta UNBK tahun ini menurun, dibandingkan dengan tahun pelajaran 2016-2017 yang mencapai 118 peserta. sedangkan tahun 2018/2019, jumlah peserta UNBK akan meningkat mencapai 130 orang.
Sementara komputer yang tersedia di SMAN 1 Kuala sebanyak 30 unit, masih kekurangan 25 unit lagi. Dalam menghadapi UNBK, kekurangannya diambil solusi pinjam pakai komputer pribadi para guru.
“SMAN 1 Kuala memiliki 330 siswa, 15 lokal belajar dan 42 tenaga guru. Terdiri dari 36 guru PNS dan 6 guru honorer,” jelas Halim. (Abu Iskandar)












