KABAR BIREUEN – Tim monitoring dan evaluasi (monev) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen mengunjungi sejumlah desa lokasi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UNIKI.
Wakil Rektor II UNIKI, Chairul Bariah, kepada Kabar Bireuen, Minggu (13/8/2023), memaparkan tujuan monev yang dilaksanakan.
“Tujuannya untuk melihat secara langsung kegiatan mahasiswa di lapangan, kesesuain program kerja dan kondisi lapangan juga menjadi perhatian dan perlu rekomendasi keberlanjutan pada tahun yang akan datang,” jelasnya.
Monev KKM UNIKI, sebut Chairul Bariah, dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor : 597/UNIKI/VII/2023 tanggal 28 juli 2023.
“Pembagian wilayah monev telah diatur dalam SK tersebut. Salah satu kecamatan yang menjadi tanggungjawab Saya, Kecamatan Peusangan Selatan yang terdiri empat gampong (desa), yaitu Me Rayeuk dan Blang Mane, dengan DPL T. Irfan Fajri. Paya Crot dan Pulo Harapan DPL Rista. Dan kami sudah mendapatkan gambaran tentang permasalahan di lokasi,” paparnya.

Menurutnya, hasil temuan di lapangan hampir semua gampong yang dikunjungi, dibutuhkan tenaga bidang pertanian.
“Menurut pengakuan pak keuchik yang sangat mereka butuhkan adalah tenaga bidang pertanian dan peternakan, karena pada umumnya pada empat desa tersebut pekerjaan penduduknya adalah petani dan peternak. Mengingat terbatasnya jumlah mahasiwa Fakultas Sain Pertanian dan Peternakan UNIKI, tidak semua desa ada mahasiswa pertanian,” katanya.
Selanjutnya, KKM UNIKI tahun ini dengan tema pemberdayaan masyarakat gampong yang berkelanjutan.
“Harapannya adalah kegiatan tahun ini akan terus dilanjutkan pada tahun mendatang sebagaimana harapan dari tokoh masyarakat setempat. Tahun 2023 mahasiswa mampu membuat kemasan produk dari masyarakat dengan harapan tahun berikutnya dilanjutkan dengan pengurusan hak paten, kemudian pengolahan dari tradisional ke modern,” jelas Chairul Bariah.
Dalam pelaksanaan KKM, mahasiswa juga diharapkan mampu memberikan pendampingan pemahaman bahaya radikalisme idiologi, nilai-nilai luhur bangsa yang bernuasa islami dan mencintai serta melestarikan budaya Aceh.

“Di samping itu, juga diharapkan mampu membuat penelitian apa yang terjadi di lapangan untuk mencari solusi terbaik,” ujar Chairul Bariah.
Chairul juga mengatakan, perbedaan kegiatan tahun lalu dengan saat ini adalah UNIKI telah menjalin kerja sama (MoA) dengan semua desa lokasi KKM. Hal ini untuk memudahkan keberlajutan program yang dicanangkan.
“KKM ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga relevan dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), karena program ini memiliki manfaat positif bagi mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta, termasuk UNIKI,” urai Chairul Bariah.
Mengikuti KKM dalam Program MBKM mahasiswa dapat melatih diri sendiri agar memiliki kompetensi, kejujuran, maupun tanggung jawab yang berguna untuk bekal kelulusan dan mencari pekerjaan.
“Kegiatan ini disamping pengabdian, mahasiswa juga belajar dengan apa yang dihadapinya di lapangan dan tidak ada dalam kurikulum kuliah,” pungkas Chairul Bariah. (Rizanur)










