Selasa, 30 Juni 2026

Kuala Pawon Tertutup Pasir, 120 Hektar Tambak Masyarakat Terancam Gagal Panen

KABAR BIREUEN – Tokoh masyarakat Kemukiman Ulee Kuta, Kecamatan Jangka, mengharapkan, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menormalisasi Kuala Pawon yang sudah tertutup pasir. Jika tidak segera ditangani, sekitar 120 hektar tambak milik masyarakat terancam gagal panen.

Demikian diutarakan Ismuil dan Salahuddin yang didampingi sejumlah tokoh masyarakat Kemukiman Ulee Kuta, Kecamatan Jangka kepada Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Muhammad Nasir, SP, di Kuala Pawon, Rabu (11/10/2017).

Menurut tokoh masyarakat tersebut, Kuala Pawon yang terletak di antara Gampong Punjoet dan Gampong Alue Kuta, telah lima kali dikeruk, baik dibiayai ABPK, APBA maupun swadaya masyarakat setempat.

“Namun setelah dikeruk tidak lama bertahan, karena tidak ada pengaman bibir pantai, sehingga di saat air laut pasang ditutupi kembali oleh pasir,” jelasnya.

Karena itu, lanjut tokoh masyarakat tersebut, pihaknya sangat mengharapkan kepada pemerintah dapat menangani pengerukan kuala agar sirkulasi antara air laut dengan air tawar lancar.

“Kalau tidak segera dilakukan normalisasi kuala ini, dikhawatirkan berdampak pada tambak masyarakat dan meluap air dari kuala ketika musim hujan. Ini persoalan yang sudah bertahun-tahun,” ucap Ismuil yang diiyakan tokoh masyarakat lainnya.

Kalak BPBD Kabupaten Bireuen, Muhammad Nasir, SP, kepada tokoh masyarakat berjanji akan melaporkan permohonan pengerukan Kuala Pawon tersebut kepada Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos.

“Permintaan bapak-bapak akan saya sampaikan segera kepada bapak bupati,” ucap Muhammad Nasir.

Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen ini kepada Kabar Bireuen mengungkapkan, untuk mengantisipasi dampak dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi terendamnya kawasan penduduk sekitar Kuala Pawon, harus disegerakan normalisasi atau pengerukan kuala tersebut.

“Namun yang kita lakukan sifatnya sementara, bukan penanganan permanen. Paling-paling akan bertahan tiga sampai enam bulan setelah dikeruk. Dan jika air laut pasang, kuala ini akan tertutup kembali,” ungkapnya.

Menurut Muhammad Nasir, perhitungan secara non tehknis pengerukan mulut Kuala Pawon membutuhkan 105 jam efektif kerja alat eskavator. “Dan ini bukan untuk penanganan permanen,” tegas Muhammad Nasir. (Rizanur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

227 Mahasiswa Fikom Umuslim Mulai Kerja Praktik di 84 Instansi hingga Pulau Jawa

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 227 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, resmi diberangkatkan untuk mengikuti program kerja praktik (KP)...

BSI Apresiasi Penempatan Saldo Anggaran Lebih, Perkuat Pembiayaan Produktif untuk Dorong Ekonomi Rakyat

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengapresiasi kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di...

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, BPMA – PT Aceh Energy dan Pemkab Bireuen Gelar Khitan Ceria...

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Aceh Energy bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melaksanakan program kesehatan reproduksi berupa...

Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Prospek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Aceh

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri pertemuan yang membahas prospek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh bersama...

UNIKI dan Forum PLKP Jalin Kemitraan Strategis, Buka Peluang Magang dan Sertifikasi Kompetensi bagi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (Forum PLKP) melalui...

KABAR POPULER

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, BPMA – PT Aceh Energy dan Pemkab Bireuen Gelar Khitan Ceria...

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Aceh Energy bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melaksanakan program kesehatan reproduksi berupa...

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

UNIKI dan Forum PLKP Jalin Kemitraan Strategis, Buka Peluang Magang dan Sertifikasi Kompetensi bagi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (Forum PLKP) melalui...

Sudah Dua Bulan Diproses, Polres Bireuen Belum Tetapkan Status Hukum Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Zulfikar Muhammad, kuasa hukum M. Ilham bin Sakubat, wartawan wilayah liputan Bireuen, mendesak Polres Bireuen segera memberikan kepastian hukum atas...