Kamis, 21 Mei 2026

Kuala Pawon Tertutup Pasir, 120 Hektar Tambak Masyarakat Terancam Gagal Panen

KABAR BIREUEN – Tokoh masyarakat Kemukiman Ulee Kuta, Kecamatan Jangka, mengharapkan, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menormalisasi Kuala Pawon yang sudah tertutup pasir. Jika tidak segera ditangani, sekitar 120 hektar tambak milik masyarakat terancam gagal panen.

Demikian diutarakan Ismuil dan Salahuddin yang didampingi sejumlah tokoh masyarakat Kemukiman Ulee Kuta, Kecamatan Jangka kepada Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Muhammad Nasir, SP, di Kuala Pawon, Rabu (11/10/2017).

Menurut tokoh masyarakat tersebut, Kuala Pawon yang terletak di antara Gampong Punjoet dan Gampong Alue Kuta, telah lima kali dikeruk, baik dibiayai ABPK, APBA maupun swadaya masyarakat setempat.

“Namun setelah dikeruk tidak lama bertahan, karena tidak ada pengaman bibir pantai, sehingga di saat air laut pasang ditutupi kembali oleh pasir,” jelasnya.

Karena itu, lanjut tokoh masyarakat tersebut, pihaknya sangat mengharapkan kepada pemerintah dapat menangani pengerukan kuala agar sirkulasi antara air laut dengan air tawar lancar.

“Kalau tidak segera dilakukan normalisasi kuala ini, dikhawatirkan berdampak pada tambak masyarakat dan meluap air dari kuala ketika musim hujan. Ini persoalan yang sudah bertahun-tahun,” ucap Ismuil yang diiyakan tokoh masyarakat lainnya.

Kalak BPBD Kabupaten Bireuen, Muhammad Nasir, SP, kepada tokoh masyarakat berjanji akan melaporkan permohonan pengerukan Kuala Pawon tersebut kepada Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos.

“Permintaan bapak-bapak akan saya sampaikan segera kepada bapak bupati,” ucap Muhammad Nasir.

Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen ini kepada Kabar Bireuen mengungkapkan, untuk mengantisipasi dampak dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi terendamnya kawasan penduduk sekitar Kuala Pawon, harus disegerakan normalisasi atau pengerukan kuala tersebut.

“Namun yang kita lakukan sifatnya sementara, bukan penanganan permanen. Paling-paling akan bertahan tiga sampai enam bulan setelah dikeruk. Dan jika air laut pasang, kuala ini akan tertutup kembali,” ungkapnya.

Menurut Muhammad Nasir, perhitungan secara non tehknis pengerukan mulut Kuala Pawon membutuhkan 105 jam efektif kerja alat eskavator. “Dan ini bukan untuk penanganan permanen,” tegas Muhammad Nasir. (Rizanur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pelatihan Ekonomi Hijau, HMI MPO Bireuen Dorong Pemulihan Ekosistem Pascabencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen— Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Bireuen menggelar Pelatihan Ekonomi Hijau dan Pemulihan Ekosistem bertema “Strategi Rehabilitasi Lahan Basah Pascabencana bagi...

Pemkab Bireuen Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Terbakar Rumah dan Angin Kencang

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Sosial setempat bergerak cepat menyalurkan bantuan masa panik kepada warga terdampak musibah korban rumah...

Buka FLS3N SMP, Kadisdikbud Bireuen: Jadikan Ajang Ini Panggung yang Sportif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Guna membentuk dan memperkuat karakter peserta didik melalui pengembangan potensi, bakat, serta kreativitas siswa di bidang seni dan sastra, Dinas Pendidikan dan...

Pemerintah Aceh Perkuat Layanan Dasar Pascabencana, Daerah Diminta Benahi Data SPM

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe - Pemerintah Aceh memperkuat upaya pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dengan menggelar Lokakarya dan Bimbingan Teknis Pendataan dan...

Bank Aceh Syariah Gandeng PosSaku : Kolaborasi Digital yang Siap Naikkan Level UMKM Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Transformasi digital UMKM di Aceh kembali mendapat dorongan baru. PT Bank Aceh Syariah(BAS)  resmi menjalin kerja sama strategis dengan...

KABAR POPULER

FLS3N SD Tingkat Kabupaten Bireuen Berakhir, Ini Juaranya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, berakhir sukses FLS3N yang digelar...

Ilham Sakubat Tolak Berdamai dengan Anderson, Proses Hukum Tetap Berlanjut

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) yang menjerat Zarkasyi alias Anderson terus bergulir di Polres...

Lima Jabatan Tinggi Pratama dan 15 Administrator di Pemkab Bireuen Kosong, Ini Penyebabnya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Lima jabatan tinggi pratama (eselon II) dan 15 jabatan administrator (eselon III) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen saat ini...

Wakil Bupati Bireuen Buka Forum Konsultasi Publik Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bireuen, menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP). Kegiatan dalam rangka penyelenggaraan...

Sekda Aceh Apresiasi Universitas Almuslim, Tegaskan Mahasiswa Berorganisasi Tetap Bisa Berprestasi

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, S.IP, MPA, menghadiri sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Almuslim atas konsistensinya dalam...