KABAR BIREUEN – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen Angkatan XXI Tahun Akademik 2021/2022, akan dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah.

Ketua panitia pembekalan KKM Umuslim, Drs. Syarkawi, M.Ed, pada acara pembekalan tersebut di Auditorium Academik Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Kampus Umuslim, Rabu (5/1/2022), melaporkan, jumlah mahasiswa yang memenuhi persyaratan akademis dan administratif untuk mengikuti KKM di Bener Meriah sebanyak 218 orang (69 laki-laki dan 149 perempuan).

Mereka berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 67 orang, Fakultas Teknik 21 orang, FISIP 24 orang, Fikom 29 orang, FE 46 orang, dan FP 31 orang.

Menurut Syarkawi, karena kondisi daerah yang masih dilanda pandemi Covid-19, sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran, salah satu persyaratan bagi peserta, diwajibkan melampirkan sertifikat bukti sudah vaksin Covid-19 minimal vaksin tahap satu.

Disebutkannya, para peserta KKM akan ditempatkan pada 30 desa yang ada di kecamatan Bandar. Waktu pelaksanaan berlangsung selama 30 hari, terhitung mulai 18 Januari hingga 16 Februari 2022.

“Sistem pengelompokan peserta antara tujuh hingga delapan orang dari berbagai program studi dan satu kelompok akan dibimbing seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),” jelas Syarkawi.

Sedangkan latar belakang daerah asal peserta, kata dia, berasal dari berbagai kabupaten/kota yaitu Kabupaten Aceh Tengah 6 orang, Aceh Tenggara 1 orang, Aceh Timur 4 orang, Aceh Utara 17 orang, Bener Meriah 3 orang, Bireuen 177 orang, Gayo Lues 1 orang, dan Pidie Jaya 7 orang.

Drs. Syarkawi, M.Ed

Sebelumnya Wakil Rektor Umuslim Bidang Akademik, Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si, dalam sambutannya saat membuka pembekalan tersebut, menyampaikan, KKM merupakan salah satu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sedangkan pembekalannya bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi lapangan, agar peserta dapat memahami sedikit seluk-beluk kondisi masyarakat di lapangan.

“Karena kondisi daerah masih pandemi Covid-19, maka pelaksanaan pengabdian dilaksanakan secara luring, tapi tetap mengikuti protokol kesehatan. Harapan saya, walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, tapi tidak menghalangi pengabdian kepada masyarakat,” ujar Halus Satriawan.

Menurut dia, ini merupakan satu tantangan bagi mahasiswa, untuk mengabdi dan memberdayakan masyarakat, dengan mentransfer ilmu mereka kepada masyarakat.

“Saya mengharapkan kepada peserta KKM saat berada di tengah masyarakat, agar bersikap lebih baik lagi dari kebiasaan selama ini,” alumnus magister dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Selain itu, Halus Satriawan juga mengharapkan peserta agar bisa belajar dengan menyerap dan mengambil berbagai masukan, pengalaman dari masyarakat, dan mengedepankan kearifan lokal, sehingga bisa membantu dalam menyelesaikan studi mereka.

“Sifat dari KKM ini adalah dua arah. Mahasiswa sudah bisa memberikan sedikit ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah, begitu juga masyarakat dapat memberikan berbagai pengalaman lapangan kepada mahasiswa,” sebut Halus Satriawan.

Pembekalan tersebut dilaksanakan selama dua hari penuh, Rabu-Kamis (5-6 Januari 2022). Mereka diberikan materi umum dan khusus oleh sejumlah pakar. Selain itu, juga materi dari pemateri luar yaitu Dailami (Plt Bupati Bener Meriah). (Rel)