Rabu, 22 April 2026

Kawasan Gambut Paya Nie Perlu Dikelola Berbasis Otoritas Adat

KABAR BIREUEN – Belasan keuchik di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen,  menggelar diskusi partisipatif terkat pengelolaan gambut Paya Nie sebagai kawasan pengelolaan berbasis otoritas adat.

Diskusi yang berlangsung di Kantor Camat Kutablang, Senin (5/4/2021), difasilitasi Aceh Wetland Foundation (AWF) didukung PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM), UMKM Beujroh yang memproduksi hasil kerajinan gambut, dan Camp Uteuen (Event Organizer).

Ketua Panitia, Zulfikar Syehpeng, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal mencari informasi untuk pengelolaan kawasan gambut berbasis hukum adat.

Menurut Zulfikar, Paya Nie merupakan sebuah kawasan hutan gambut yang menjadi habitat burung air dan kaya keanekaragaman hayati.

“Paya Nie memerlukan peningkatan status kawasan, untuk menjamin keberlangsungan biota, spesies, dan vegetasi secara berkesinambungan,” jelas Zulfikar.

Sementara itu Camat Kutablang, Mukhsin, S.Ag dalam sambutannya mengatakan, persoalan Paya Nie patut menjadi perhatian bersama. Sebab, kawasan Paya Nie adalah potensi sumber daya alam yang sangat kaya.

Camat Mukhsin mengatakan, banyak persoalan di lingkup Paya Nie yang saat ini masih belum ada jalan keluar, seperti penggunaan alat setrum, racun dan berbagai aktivitas perburuan terhadap spesies burung air.

“Ini harus jadi perhatian utama kita, agar berbagai persoalan ini bisa kita cari jalan keluar,” ujar Mukhsin.

Sementara itu Imum Mukim Teungku Dimanyang, Said Fakhrurazi, mengatakan, pemangku adat atau lembaga mukim adalah sebuah lembaga negara yang peran dan kewenangannya diakui dalam UU No 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

UU tersebut, katanya, juga memberikan wewenang kepada mukim untuk dapat mengelola kawasan hutan, rawa, sungai, dan laut yang menjadi wilayah kekuasaan mukim.

Kawasan Rawa Gambut Paya Nie, menurut Said Fakhrurazi, sebuah kawasan yang kaya dengan keanekaragaman hayati dan satwa burung air. Namun, habitat satwa liar kian terancam, akibat meningkatnya aktivitas ilegal berupa perburuan, dan penangkapan dengan alat-alat lain yang tidak ramah lingkungan.

Selain itu, kata dia, kawasan rawa gambut yang kaya anekaragaman hayati ini, juga memiliki banyak potensi yang bisa dikelola dan dimanfaatkan secara berkesinambungan.

“Alhamdulillah, melalui kegiatan ini kita dapat menyerap aspirasi seluruh elemen masyarakat, untuk dapat kita inventarisir masalah dan mencari solusi bersama,” sebut Said Fakhrurazi. (REL)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Kawasan Gambut Paya Nie Perlu Dikelola Berbasis Otoritas Adat - AWF Batal membalas

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Ratusan Guru SD di Bireuen Ikuti Diklat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan guru Bimbingan Konseling (BK) jenjang SD dalam Kabupaten Bireuen, mengikut Diklat Bimbingan Konseling dan Pendidikan Nilai untuk Guru Kelas. Kegiatan...

Ismunandar Jabat Sekda Bireuen, Bupati Mukhlis Tunjuk Alfian Sebagai Plt Kadis Sosial 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menunjuk Dr Alfian, MPd sebagai...

Bupati Bireuen Buka Ruang Kritik, Siap Bentuk Unit Pengaduan Publik dan Perkuat Transparansi Anggaran

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST menegaskan komitmennya membuka ruang kritik dan saran dari masyarakat sipil, termasuk aktivis antikorupsi, sebagai...

Jasa Raharja dan Satlantas Polres Bireuen Gelar Pelatihan PPGD dan Keselamatan Berlalu Lintas di...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Dalam upaya meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja bersama Satlantas Polres Bireuen menggelar...

KAHMI Bireuen Harap Alokasi Dana TKD Bireuen Harus Tepat Sasaran dan Akuntabel

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Koordinator Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Daerah (MD KAHMI) Bireuen, Asnawi, berharap agar tambahan anggaran Transfer Ke Daerah (TKD)...

KABAR POPULER

Ismunandar Jabat Sekda Bireuen, Bupati Mukhlis Tunjuk Alfian Sebagai Plt Kadis Sosial 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menunjuk Dr Alfian, MPd sebagai...

Tiga Puskesmas di Bireuen Dapat Ambulans Baru, Fokus Penanganan Gawat Darurat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menerima bantuan tiga unit ambulans dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan...

Lantik Ismunandar sebagai Sekda, Bupati Bireuen: Sudah Sesuai Prosedur dan Ketentuan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Ismunandar, S.T., M.T., sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, dalam sebuah...

KAHMI Bireuen Harap Alokasi Dana TKD Bireuen Harus Tepat Sasaran dan Akuntabel

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Koordinator Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Daerah (MD KAHMI) Bireuen, Asnawi, berharap agar tambahan anggaran Transfer Ke Daerah (TKD)...

Jasa Raharja dan Satlantas Polres Bireuen Gelar Pelatihan PPGD dan Keselamatan Berlalu Lintas di...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Dalam upaya meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja bersama Satlantas Polres Bireuen menggelar...