Kajari Bireuen Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Money Politics

KABAR BIREUEN, Gandapura – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Munawal Hadi, S.H., M.H, terus menggencarkan upaya pencegahan money politics atau politik uang pada Pilkada 2024.

Langkah terbarunya, Munawal Hadi bersama Kepala Seksi Intelijen, Wendy Yuhfrizal, S.H, dan Keuchik Gampong Samuti Makmur, Kecamatan Gandapura, Mahdi M. Saleh, memasang spanduk imbauan anti politik uang di desa tersebut, Rabu, 23 Oktober 2024.

Hal tersebut bertujuan, untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya politik uang dan konsekuensinya. Akibatnya, juga bisa merugikan masyarakat sendiri dan berdampak buruk terhadap demokrasi.

Kajari Bireuen menekankan, politik uang adalah ancaman serius bagi demokrasi. Itu sudah termasuk kategori extraordinary crime atau kejahatan luar biasa yang mengganggu proses demokrasi Indonesia

“Politik uang merusak proses demokrasi, dengan memaksa masyarakat memilih berdasarkan iming-iming uang atau materi lainnya. Ini mengkhianati prinsip dasar pemilihan yang bebas dan adil,” jelas Munawal.

BACA JUGA: Launching Gampong Cot Gapu Sebagai Desa Siaga Anti Korupsi dan Anti Politik Uang, Ini Pesan Kajari Bireuen

Dia juga mengingatkan, seseorang atau individu yang terbukti melakukan politik, dapat dijerat dengan hukum pidana. Itu sesuai ketentuan dalam Pasal 187A ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

“Pelaku money politics terancam pidana penjara minimal 36 bulan hingga maksimal 72 bulan,” ungkap Munawal.

Melalui edukasi tersebut, diharapkannya, masyarakat lebih aktif dalam melawan praktik money politics. Ini demi menciptakan Pilkada yang bersih, bermartabat, dan meningkatkan kualitas demokrasi.

“Partisipasi masyarakat sangat diperlukan, untuk menjaga integritas Pilkada 2024,” tegasnya.

Tanggung Jawab Moral Terhadap Masyarakat

Kajari Bireuen, Munawal Hadi, S.H., M.H, sedang menyampaikan sambutannya pada acara Sosialisasi Pengawasan Pilkada 2024 tentang Netralitas Perangkat Desa Se-Wilayah Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan Panwaslih Bireuen, di Ballroom Hotel Fajar, Bireuen, Senin, 21 Oktober 2024. (Foto: Panwaslih Bireuen)

Sebelumnya, Munawal Hadi juga telah menyampaikan masalah money politics pada acara Sosialisasi Pengawasan Pilkada 2024 tentang Netralitas Perangkat Desa Se-Wilayah Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan Panwaslih Bireuen, di Ballroom Hotel Fajar, Bireuen, Senin (21/10/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Munawal mengingatkan pentingnya netralitas perangkat desa pada Pilkada 2024. Dia meminta para keuchik untuk memastikan warganya menolak segala bentuk politik uang.

“Ini tanggung jawab moral saya kepada masyarakat Bireuen dan kepada Allah di akhirat nanti,” ungkapnya.

Sebagai putra Bireuen, Munawal Hadi menegaskan rasa cintanya terhadap warga setempat. Dia prihatin jika ada warga yang terjebak dalam money politics, hanya demi sejumlah kecil uang yang akhirnya bisa menyeret mereka ke jerat hukum.

BACA JUGA: Jaga Netralitas, Pj Bupati Bireuen Tegaskan: ASN dan Aparatur Desa Dilarang Berpolitik Praktis!

“Membayangkan warga saya dipenjara 36 bulan hanya karena menerima uang Rp200 ribu sangat tidak wajar, tetapi begitulah aturan hukum yang berlaku,” jelasnya dengan nada prihatin.

Dalam penanganan beberapa kasus selama ini, Munawal Hadi mengaku, dirinya lebih memilih pendekatan melalui diskusi dan negosiasi, sebagai solusi untuk mencegah konflik di masyarakat.

“Alhamdulillah, saya sudah menyelesaikan sekitar 46 kasus tanpa harus membawa ke jalur hukum yang memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Meski begitu, Munawal juga memperingatkan, tindakan tegas harus diambil jika politik uang terjadi dan memicu konflik antar pendukung calon. Sebab, dia tidak ingin ada kekerasan atau keributan akibat permainan politik uang tersebut.

Banner sosialisasi pencegahan politik uang dari Kajari Bireuen.

“Oleh karena itu, saya mendorong koordinasi terlebih dahulu dengan Panwaslih jika ada pelanggaran,” tambahnya.

Diakui Munawal, memang ada yang salah paham terhadap dirinya yang gencar mengajak masyarakat melawan money politics. Ada yang merasa terganggu, lantas menganggap dia berpihak ke salah satu pasangan calon (Paslon).

Menurut Munawal, itu anggapan yang keliru dan salah besar. Dia memastikan, upaya pencegahan politik uang tersebut murni untuk kepentingan masyarakat.

“Saya netral dan dekat dengan semua calon. Ini bukan soal dukungan, tapi soal menjaga masyarakat dari masalah hukum yang bisa timbul akibat uang Rp200 ribu yang berujung pada perkara pidana,” tegasnya.

Melalui langkah-langkah preventif seperti sosialisasi terhadap perangkat desa tersebut, Munawal berharap, proses demokrasi di Kabupaten Bireuen dapat terjaga agar tetap bersih dan bebas dari politik uang.

“Dengan begitu, bisa menghasilkan pemimpin yang benar-benar murni dipilih berdasarkan kehendak rakyat, bukan karena pengaruh uang atau materi lainnya,” demikian disampaikan Munawal di hadapan sekitar 700-an perangkat gampong. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Dua Pemuda Diciduk Polres Bireuen, Kedapatan Miliki 2,4 Gram Sabu

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Dua pemuda berinisial MZ (26) warga Geulumpang Tiga Pidie dan HS (24) warga Jangka Bireuen diamankan di Mapolres Bireuen karena kedapatan memiliki...

Bupati Bireuen Lepas Ratusan Rider Ikuti Event Jaya Sakti Trail Adventure 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang - Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST, secara resmi membuka Event Jaya Sakti Trail Adventure atau Trabas 2026, dalam rangka...

BSI Bawa Semangat Bangkit untuk Warga Huntara Lubuk Sidup Aceh Tamiang

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tamiang – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melalui Relawan Bakti BUMN (RBB) 2026 hadir di Hunian Sementara (Huntara) Lubuk...

Bappeda Bireuen Gandeng UNIKI, Siapkan Riset untuk Solusi Persoalan Pembangunan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bireuen menjajaki kolaborasi penelitian dengan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) untuk menghasilkan riset yang...

Diinisiasi Mahasiswa KKN Tanah Rencong UIN Sunan Kalijaga, Gathom Meuseuraya Festival Hadirkan Aksi Sosial...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Selatan – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama mewarnai Gathom Meuseuraya Festival yang dilaksanakan di Meunasah Nibong, Desa Uteuen Gathom, Kecamatan...

KABAR POPULER

Kandaskan Kuala Nanggroe FC 6-3, PSSB Bireuen Melaju ke Semifinal Piala Soeratin Aceh U-13

0
KABAR BIREUEN, Sigli – PSSB Bireuen kembali menunjukkan performa gemilang pada Piala Soeratin PSSI Aceh U-13 2026. Laskar Batee Kureng itu mengandaskan Kuala Nanggroe...

Bupati Bireuen Lepas Ratusan Rider Ikuti Event Jaya Sakti Trail Adventure 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang - Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST, secara resmi membuka Event Jaya Sakti Trail Adventure atau Trabas 2026, dalam rangka...

Dua Pemuda Diciduk Polres Bireuen, Kedapatan Miliki 2,4 Gram Sabu

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Dua pemuda berinisial MZ (26) warga Geulumpang Tiga Pidie dan HS (24) warga Jangka Bireuen diamankan di Mapolres Bireuen karena kedapatan memiliki...

Bappeda Bireuen Gandeng UNIKI, Siapkan Riset untuk Solusi Persoalan Pembangunan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bireuen menjajaki kolaborasi penelitian dengan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) untuk menghasilkan riset yang...

Kadistanbun Bireuen Terima Kunjungan Pangkogabwilhan I Letjen Kunto Arief Wibowo, Tinjau Lahan Sawah Bencana

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., menerima kunjungan kerja Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, selaku Panglima Komando...