Minggu, 5 Juli 2026

Kajari Bireuen Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Money Politics

KABAR BIREUEN, Gandapura – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Munawal Hadi, S.H., M.H, terus menggencarkan upaya pencegahan money politics atau politik uang pada Pilkada 2024.

Langkah terbarunya, Munawal Hadi bersama Kepala Seksi Intelijen, Wendy Yuhfrizal, S.H, dan Keuchik Gampong Samuti Makmur, Kecamatan Gandapura, Mahdi M. Saleh, memasang spanduk imbauan anti politik uang di desa tersebut, Rabu, 23 Oktober 2024.

Hal tersebut bertujuan, untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya politik uang dan konsekuensinya. Akibatnya, juga bisa merugikan masyarakat sendiri dan berdampak buruk terhadap demokrasi.

Kajari Bireuen menekankan, politik uang adalah ancaman serius bagi demokrasi. Itu sudah termasuk kategori extraordinary crime atau kejahatan luar biasa yang mengganggu proses demokrasi Indonesia

“Politik uang merusak proses demokrasi, dengan memaksa masyarakat memilih berdasarkan iming-iming uang atau materi lainnya. Ini mengkhianati prinsip dasar pemilihan yang bebas dan adil,” jelas Munawal.

BACA JUGA: Launching Gampong Cot Gapu Sebagai Desa Siaga Anti Korupsi dan Anti Politik Uang, Ini Pesan Kajari Bireuen

Dia juga mengingatkan, seseorang atau individu yang terbukti melakukan politik, dapat dijerat dengan hukum pidana. Itu sesuai ketentuan dalam Pasal 187A ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

“Pelaku money politics terancam pidana penjara minimal 36 bulan hingga maksimal 72 bulan,” ungkap Munawal.

Melalui edukasi tersebut, diharapkannya, masyarakat lebih aktif dalam melawan praktik money politics. Ini demi menciptakan Pilkada yang bersih, bermartabat, dan meningkatkan kualitas demokrasi.

“Partisipasi masyarakat sangat diperlukan, untuk menjaga integritas Pilkada 2024,” tegasnya.

Tanggung Jawab Moral Terhadap Masyarakat

Kajari Bireuen, Munawal Hadi, S.H., M.H, sedang menyampaikan sambutannya pada acara Sosialisasi Pengawasan Pilkada 2024 tentang Netralitas Perangkat Desa Se-Wilayah Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan Panwaslih Bireuen, di Ballroom Hotel Fajar, Bireuen, Senin, 21 Oktober 2024. (Foto: Panwaslih Bireuen)

Sebelumnya, Munawal Hadi juga telah menyampaikan masalah money politics pada acara Sosialisasi Pengawasan Pilkada 2024 tentang Netralitas Perangkat Desa Se-Wilayah Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan Panwaslih Bireuen, di Ballroom Hotel Fajar, Bireuen, Senin (21/10/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Munawal mengingatkan pentingnya netralitas perangkat desa pada Pilkada 2024. Dia meminta para keuchik untuk memastikan warganya menolak segala bentuk politik uang.

“Ini tanggung jawab moral saya kepada masyarakat Bireuen dan kepada Allah di akhirat nanti,” ungkapnya.

Sebagai putra Bireuen, Munawal Hadi menegaskan rasa cintanya terhadap warga setempat. Dia prihatin jika ada warga yang terjebak dalam money politics, hanya demi sejumlah kecil uang yang akhirnya bisa menyeret mereka ke jerat hukum.

BACA JUGA: Jaga Netralitas, Pj Bupati Bireuen Tegaskan: ASN dan Aparatur Desa Dilarang Berpolitik Praktis!

“Membayangkan warga saya dipenjara 36 bulan hanya karena menerima uang Rp200 ribu sangat tidak wajar, tetapi begitulah aturan hukum yang berlaku,” jelasnya dengan nada prihatin.

Dalam penanganan beberapa kasus selama ini, Munawal Hadi mengaku, dirinya lebih memilih pendekatan melalui diskusi dan negosiasi, sebagai solusi untuk mencegah konflik di masyarakat.

“Alhamdulillah, saya sudah menyelesaikan sekitar 46 kasus tanpa harus membawa ke jalur hukum yang memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Meski begitu, Munawal juga memperingatkan, tindakan tegas harus diambil jika politik uang terjadi dan memicu konflik antar pendukung calon. Sebab, dia tidak ingin ada kekerasan atau keributan akibat permainan politik uang tersebut.

Banner sosialisasi pencegahan politik uang dari Kajari Bireuen.

“Oleh karena itu, saya mendorong koordinasi terlebih dahulu dengan Panwaslih jika ada pelanggaran,” tambahnya.

Diakui Munawal, memang ada yang salah paham terhadap dirinya yang gencar mengajak masyarakat melawan money politics. Ada yang merasa terganggu, lantas menganggap dia berpihak ke salah satu pasangan calon (Paslon).

Menurut Munawal, itu anggapan yang keliru dan salah besar. Dia memastikan, upaya pencegahan politik uang tersebut murni untuk kepentingan masyarakat.

“Saya netral dan dekat dengan semua calon. Ini bukan soal dukungan, tapi soal menjaga masyarakat dari masalah hukum yang bisa timbul akibat uang Rp200 ribu yang berujung pada perkara pidana,” tegasnya.

Melalui langkah-langkah preventif seperti sosialisasi terhadap perangkat desa tersebut, Munawal berharap, proses demokrasi di Kabupaten Bireuen dapat terjaga agar tetap bersih dan bebas dari politik uang.

“Dengan begitu, bisa menghasilkan pemimpin yang benar-benar murni dipilih berdasarkan kehendak rakyat, bukan karena pengaruh uang atau materi lainnya,” demikian disampaikan Munawal di hadapan sekitar 700-an perangkat gampong. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Satgas PRR: Realisasi Anggaran Renduk Harus Berdampak Nyata bagi Penyintas Pascabencana

0
KABAR BIREUEN, Jakarta-Akselerasi pelaksanaan program pemulihan permanen pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus diupayakan seiring mulai disalurkannya Anggaran Belanja Tambahan (ABT)...

Penyidikan Kasus Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Masih Berlangsung, Tunggu Hasil Pemeriksaan Labfor

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh terus melakukan penyidikan secara menyeluruh terkait peristiwa ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2. Hingga saat...

Wartawan Senior Diapari Sibatangkayu Meninggal Dunia, PWI Kehilangan Penjaga Integritas Pers

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Dunia pers nasional kembali berduka. Wartawan senior sekaligus Anggota Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, H. Diapari Sibatangkayu, meninggal dunia pada...

Bidik Prestasi di PORA Aceh Jaya 2026, Atlet PASI Bireuen Mulai Latihan Intensif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bireuen memulai kembali program latihan intensif sebagai langkah awal mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga...

Dosen Fikom Umuslim Latih Siswa SMKN 2 Peusangan Kuasai Teknik UV Mapping dan Texturing...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 23 siswa Jurusan Animasi SMKN 2 Peusangan mendapatkan pelatihan intensif mengenai UV Mapping dan texturing objek 3D menggunakan perangkat...

KABAR POPULER

Bupati Bireuen Terima Bantuan Excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Siap Percepat Pemulihan Tambak...

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST, menerima bantuan satu unit excavator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia untuk mempercepat...

Satgas PRR Dorong Penggunaan Mekanisme Dana Siap Pakai, Usulkan Bantuan Rp80 Juta Per Unit...

0
KABAR BIREUEN, Jakarta-Percepatan penyediaan hunian tetap bagi penyintas pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus diupayakan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Bidik Prestasi di PORA Aceh Jaya 2026, Atlet PASI Bireuen Mulai Latihan Intensif

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Bireuen memulai kembali program latihan intensif sebagai langkah awal mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga...

Dosen Fikom Umuslim Latih Siswa SMKN 2 Peusangan Kuasai Teknik UV Mapping dan Texturing...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 23 siswa Jurusan Animasi SMKN 2 Peusangan mendapatkan pelatihan intensif mengenai UV Mapping dan texturing objek 3D menggunakan perangkat...

Komitmen Tingkatkan Mutu, UMMAH Kirim Delapan Dosen Ikuti Workshop Akreditasi Kualitatif Prodi Keperawatan

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan mengirimkan delapan dosen mengikuti Workshop Akreditasi Kualitatif...