KABAR BIREUEN – Hingga pertengahan Ramadhan 1439 Hijriah/2018 Masehi, Jumat (1/6/2018), menjelang berbuka Alu-Alun Pasar Gandapura, Kabupaten Bireuen selalu dipenuhi pembeli.

Lengkapnya penjaja makanan berbuka serta tersedianya berbagai macam kuliner yang menghiasi pasar tersebut, menjadi magnet tersendiri bagi warga masyarakat wilayah timur Kabupaten Bireuen ini.

Misalkan saja warga Kecamatan Makmur. Sebelumnya, mereka lebih memilih pasar Kutablang untuk membeli penganan berbuka. Kesehornya nama es campur Bang Herman yang selalu mangkal di sana tiap bulan suci, tidak lagi menjadi rebutan para warga,

“Es campur Bang Herman hana le payah antri watee tablo, han saban lagee awai,” sebut Irwan warga Makmur.

Memang benar adanya. Kondisi hiruk-pikuk dan macetnya  pasar Kutablang menjelang berbuka, sangat jauh berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya yang selalu ramai.

Kini perhatian warga tertuju ke pasar Gandapura. Lengkapnya suguhan aneka penganan layaknya di daerah lain, membuat maraknya suasana sore.

Bukan hanya itu, lezatnya kuliner sate Apaleh selalu menjadi incaran para pendatang di seantero Aceh dan Sumatera Utara, menjadikan halaman parkir depan warung tersebut penuh dengan kendaraan mewah yang ingin menikmati sate Geurugok ini.

Bahkan dua bulan lalu, lidah penikmat sate akan merasakan suasana lain. Pasalnya, sate Tubaka hadir di beberapa warkop Gandapura menambah  ketatnya persaingan kuliner disana, belum lagi ditambah dengan mie kocok Ajoe yang sudah punya nama melengkapi gaung pasar Gandapura saat ini.

“Sekarang di pasar Gandapura sudah marak bidang kuliner, lihat saja dulu sate Tubaka cuma di Matangglumpangdua, sekarang sudah ada di Gandapura,” ungkap Fazli warga Geurugok. (Faisal Ali)

BAGIKAN