KABAR BIREUEN– Bupati Bireuen H saifannur S.Sos menyerahkan penghargaan kepada 9 orang guru penulis yang tergabung dalam Komunitas Guru Penulis (KGP) Bireuen pada peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-59 tahun 2018 di Kantor pusat Pemerintahan Bireuen, Senin (3/9/2018).
Sembilan guru tersebut adalah Rizki Dasilva S.Pd.I, MA, Kepala SD IT Muhammadiyah Bireuen, yang sudah menulis 7 Buku, masing-masing, Jalan Sukses Sang Hafiz, Berikan Aku Cinta, Guru Kompeten Vs Guru Ketinggalan Zaman, Catatan Inspiratif Kepala Sekolah Muda, Kado Istimewa Pernikahan, Sahabat Ajari Aku Al-Quran dan Pendidikan Karakter 121.
Selanjutnya, Yusnelly, S.Pd, Kepala SMP Negeri 1 Simpang Mamplam, buku yang sudah ditulis, Rumah itu Bernama Sekolah. Azwani, S. Pd. I, Guru PAI SDN 18 Bireuen, buku yang sudah ditulis, Mendobrak Mitos ( Berpikir kritis dan realistis ). Kemudian, Muttaqin, S. Pd, Guru SMPN 4 Peusangan, buku yang sudah saya tulis, Menjadi Guru Hebat Berbasis Iman.
Penghargaan juga diberikan kepada Mukhlis, S. Pd. I, Guru PAI SDN 6 Gandapura, Judul buku, Aku bahagia bukan karena judi, Annisa, S.Pd, Guru SDIT Muhammadiyah Bireuen, menulis buku, Senandung Hijrah Aisha.
Ade Zulhasni, S.Pd, Guru SDIT Muhammadiyah Bireuen, Judul Buku, Setia Memeluk Senja, Fitria Aprianty, S.Pd, Guru SDIT Muhammadiyah Bireuen, Judul buku, Amarantha.
Novianti Maulida Rahmah, S. Pd, dengan Judul buku, Hijab1st, Akhirnya jodohku datang, Kanot Bu, Meretas Asa di Kaki Gunung Goh, From Zero To Hero, Sagoe, Kubur Tanpa Nisan, Guru Setengah Rupa dan Cut Nyak Dhien dari Sarah Sirong.
Rizki Dasilva S.Pd.I, MA, Kepala SD IT Muhammadiyah Bireuen kepada Kabar Bireuen mengucapkan syukur Alhamdulillah atas piagam penghargaan dari Bupati Bireuen Saifannur S.Sos, sebagai penulis berbakat pada upacara Hardikda tahun ini.
“Dengan penghargaan ini menjadi motivasi buat saya untuk lebih giat menulis, juga buat guru di Aceh khususnya di Bireuen supaya lebih banyak guru penulis. Menulis itu menebar inspirasi menciptakan iklim dakwah yang positif. Semoga yang paling siapapun yang menulis buku menjadi amal ibadah dan selamat di akhirat.Semoga Allah selalu memberi kesehatan dan petunjuk buat saya untuk menulis yang bermanfaat untuk ummat,” katanya.
Dikatakannya, sebenarnya penghargaan seperti ini, sudah biasa didapat oleh guru penulis di berbagai daerah sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan budaya literasi dan gairah guru untuk menulis buku.
Bahkan di daerah lain menganggap guru penulis adalah Guru VIP, guru yang spesial di beberapa daerah. Bahkan undang khusus dan ke pendopo gubernur dan bupati lalu dicetak bukunya dalam jumlah besar. Supaya isi bukunya dibaca oleh banyak orang di daerahnya.
“Penghargaan ini sangat saya syukuri, tapi bukan segalanya bagi saya. Terimakasih kepada yang mengucapkan selamat. Juga terimakasih bila ada yang tidak senang gara-gara penghargaan ini. Karena jujur bagi saya ini hanya penghargaan dunia yang tidak membuat penerima selamat di akhirat,” sebut Rizki.
Tak lupa, dia mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan olahraga, Kepala Pemerintahan Kabupaten Bireuen atas usahanya mengapresiasi 9 guru penulis. Selamat kepada teman-teman yang menerima penghargaan ini.
Bagi Rizki, orang yang berjiwa besar adalah mereka yang menghargai prestasi dan karya orang lain. (Ihkwati)










