KABAR BIREUEN – H.Mukhtar Yusuf, mantan Keuchik  yang memimpin Pemerintah Desa Pulo Ara Geudong Teungoh dua periode 2005-2018,  terpilih kembali sebagai Ketua Umum panitia pembangunan Masjid Al Amin Pulo Ara Geudong Teungoh menggantikan Ketum lama H Syafril Mahmud yang telah meninggal dunia baru-baru ini.

Plt Bupati Bireuen H Muzakkar A Gani,SH, M Si sebagai sebagai Pembina dan Drs H Mustafa A Glanggang mantan Bupati Bireuen 2002-2007 sebagai Penasehat dan dalam waktu dekat akan disusun anggota panitia pembangunan lengkap agar pembangunan Masjid Al Amin Pulo Ara Geudong Teungoh Kecamatan Kota Juang akan dilanjutkan dengan swadaya masyarakat secara bertahap.

Demikian H.Mukhtar Yusuf yang ditemui Kabar Bireuen di Masjid Al Amin Pulo Ara, Sabtu petang (11/4/2020) menjelaskan, Masjid Al Amin yang dibangunnya tahun 2007 diatas tanah wakaf seluas 6.478 meter2 berawal dari lokasi tanah  Masjid Geudong sebuah Masjid tertua di Negeri Jeumpa yang rubuh total diguncang bencana alam Gempa bumi tahun 1967.

Menurut H Mukhtar Yusuf berdasarkan keterangan beberapa pejuang kemerdekaan RI di Bireuen, Masjid Geudong sebagai satu-satu masjid tertua di negeri Jeumpa pada tahun 1948 Presiden pertama Soekarno saat hijrah ke Kota Juang Bireuen menginap di rumah Dinas Divisi X (sekarang Pendopo) selama seminggu di Bireuen,  melaksanakan shalat Jum’at bersama Gubernur Militer Aeh Tgk Daud Beureueh, Panglima Divisi X Bireuen Kolonel Husein Yusuf dan para perwira lainnya di Masjid Geudong.

Dikatakan, setelah rubuhnya Masjid Geudong diguncang Gempa Bumi selama 40 tahun pembangunan kembali Mesjid tersebut belum terwujud, sehingga ahli waris pewakaf tanah Tgk Hasan Daba mempertanyakan kepadanya saat masih menjabat Kecuhik Pulo Ara Geudong Teungoh,  jika Masjid Geudong yang rubuh diguncang gempa tidak dibangun, tanah wakaf tersebut akan diambil kembali oleh ahli waris pewakaf.

“Karena wakaf tanah tersebut khusus untuk bangunan masjid tidak boleh bangunan lainnya,” sebut H Mukhtar Yusuf  tentang teguran ahli waris pewakaf tanah.

Atas teguran itu pihaknya sebagai Keuchik Pulo Ara Gudong Teungoh masa itu  berinisiatif sebagai perintis (penggagas) pada tahun 2007 mulai membangun kembali Masjid Geudong yang telah rubuh diguncang gempa di lokasi itu dengan nama Masjid Al Amin yang ditabalkan namanya oleh Ulama Kharismatik H Abu Tumin Blang Bladeh.

Saat itu Bireuen masih termasuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara dipimpin Bupati H Tarmizi Karim juga mendapat dukungan penuh terhadap pembangunan Masjid Al Amin sebagai pengganti Masjid Geudong yang rubuh total diguncang gempa tahun 1967.

Sebagai penyumbang pertama pembangunan tiang induk Masjid Al Amin, H Mukhtar Yusuf putera Tgk M Yusuf Amin mantan Wakil Keuchik Pulo Ara, H Adi Ibrahim (Nyak Li) putera Keuchiek Geudong  Ibrahim (Keuhiek E)  satu tiang induk 2,5 meter, H Safril Mahmud Bros (Alm)  satu tiang induk, H Jamaluddin A Gani Toko Bina Sari Bireuen 100 sak semen.

Disusul   Waki Nafi Wakil Keuhiek  Geudong Teungoh , TM Amin Keuhiek Pulo Ara non status serta para penyumbang lainnya berdatangan dari masyarakat Bireuen dan luar Bireuen untuk menunjang pembangunan Masjid Al Amin.

Sejak pembangunan dimulai tahun 2007 hingga saat ini pembangunan Masjid Al Amin baru mencapai 35 persen telah menelan dana sekitar Rp 3 miliar. Tahapan pembangunan yang akan dilaksanakan yaitu pembangunan kubah (Boh Labu) satu unit berukuran 10 x 10 mter, 3 unit ukuran 2,5 meter membutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar lebih.

“Sesuai RAB pembangunan Masjid Al Amin siap 100 persen   membutuhkan dana Rp 7 miliar lebih, sangat diharapkan partisipasi masyarakat bersedekah untuk membangun rumah Allah sebagai rumah ibadah bagi umat Islam,” harap Mukhtar Yusuf(H.AR Djuli)

 

BAGIKAN