KABAR BIREUEN– Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh dengan dukungan The Asia Foundation (TAF) mengadakan Foccus Group Discussion (FGD) dengan tokoh dan multifungsi, Kamis (24/8/2017) di salah satu hotel di Bireuen.
Program Officer GeRAK Aceh Kabupaten Bireuen, Murni M Nasir dalam paparannya menyebutkan, kegiatan itu bertujuan membangun koalisi dan jejaring CSO maupun tokoh yang memiliki fokus yang sama untuk penyelenggarakan pemerintah desa.
Selanjutnya, sebut Murni, untuk meningkatkan kesadaran aparatur dan masyarakat pentingnya merumuskan penganggaran yang inklusif.
“Lalu untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman aparatur dan relawan gampong terkait pemanfaatan dana desa sehingga terselenggarakannya pemerintahan yang baik,” sebutnya.
Selain itu, juga untuk menjalin hubungan yang lebih erat antar stake holder guna distribusi informasi yang lebih efektif dan efesien.
FGD ini merupakan serial kegiatan program TAF SAPP. Sebelumnya program telah melaksanakan FGD membangun jejaring yang berhasil memetakan solusi bagi beberapa solusi bagi beberapa masalah.
Seperti penyediaan alat angkutan bagi anak sekolah melalui BUMG yang dilakukan oleh Gampong Paku dan juga direncanakan oleh Gampong Krueng Meuseugop.
“Dalam perjalanan pendampingan nyatanya masyarakat dan aparatur masih mempunyai beragam masalah yang belum diketahui solusi terbaik. Misalnya persoalan tapal batas gampong, persoalan anak putus sekolah, mekanisme pengalokasikan beasiswa bagi masyarakat miskin melalui APBG serta bantuan difabel,” jelasnya.
Jumlah peserta sebanyak 35 orang, terdiri dari, Tuha pakat Kecamatan Simpang Mamplam, dari Kompak, dari Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( TA P3MD), dinas terkait.
Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, relawan desa Gampong Bale, Meunasah Asan, Krueng Meuseugop, Paku, lalu Keuchik Gampong Paku, Bale, Krueng Meuseugop, Meunasah Asan, Blang Kuta Dua Meunasah, Keude Tambu dan Keuchik Gampong Ie Rhob, akademisi dan difabel.(Ihkwati).









