akademisi Universitas Almuslim (Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A), dan akademisi Universitas Malikussaleh (Dr. Ichsan). bertemu Dubes India

KABAR BIREUEN– Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (BPPK Kemlu RI) mengadakan Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri “Strategi Kebijakan Indonesia di Asia Selatan” di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Jumat, 23 Maret 2018.

Dalam forum ini BPPK Kemlu mengundang para pemateri, yaitu Dr. Pribadi Sutiono, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, Dr. Ahmad Qisai, Dosen Pascasarjana Universitas Paramadina.

Selanjutnya, Yunizar Adputera, M.A, Dosen Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada  dan Dr. Siswo Pramono, S.H., LLM, Kepala BPPK Kemlu RI dengan menghadirkan Duta Besar India untuk Indonesia, H.E. Pradeep Kumar Rawat sebagai Keynote Speech.

Peserta yang diundang dari sejumlah kementerian, seperti Kementerian Koordinator Poliik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perikanan dan Kelautan, dan sejumlah kementerian lainnya yang terkait dengan kebijakan luar negeri serta dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bappenas, dan BUMN.

Peserta dari kalangan think-tank/ akademisi diwakili oleh peneliti LIPI, peneliti CSIS, akademisi Universitas Almuslim (Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A), dan akademisi Universitas Malikussaleh (Dr. Ichsan).

Forum ini membahas berbagai permasalahan terkait dengan berbagai isu strategis dan politis yang terjadi di kawasan Asia Selatan terkhusus di Samudera Hindia. Diharapkan dari hasil diskusi ini dapat memberikan rekomendasi yang konkrit dan aplikatif mengenai strategi diplomasi Indonesia yang tepat di kawasan Asia Selatan.

Dengan difasilitasi oleh Dr. Siswo Pramono, Kepala BPPK Kemlu dan Dr. Arifi Saiman, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kajian Kawasan (P3K2) Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A dan Dr. Ichsan diperkenalkan kepada H.E. Pradeep Kumar Rawat, Duta Besar India untuk Indonesia.

Keduanya sebagai tim peneliti Kemlu yang tergabung dalam penelitian tiga Negara, Indonesia, India, dan Myanmar.

Dalam pertemuan awal dengan Duta Besar, membahas peluang dan prospek kerjasama ekonomi antara Portblair di Kepulauan Andaman-Nicobar di India dan Sabang di Indonesia. Diskusi lebih lanjut dengan Duta Besar India akan dilaksanakan di Jakarta, sepulang tim peneliti dari India dan Myanmar. (Rizanur)