KABAR BIREUEN-Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim Bireuen, mengelar workshop tentang Reformasi Sekolah Melalui Lesson Study for Learning Community (LSLC) dalam Pembelajaran Abad 2.
Panitia, Misnar,MA, didampingi Asrul Karim,MPd Workshop Lesson Study for Learning Communinty (LSLC) ini merupakan program hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kemenristekdikti tahun 2019.
Output dari kegiatan ini diharapakan akan menghasilkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang secara bersama yang nantinya akan dipraktikkan oleh guru model yang telah ditunjuk.
Melalui Lesson Study For Learning Community menuju pembelajaran Abad 21 bisa memberikan perubahan terhadap penerapan pembelajaran yang lebih inovatif pada abad 21, jelas Misnar
Menurut Misnar, hal ini untuk mengantisipasi pergeseran pembelajaran yang bersifat teacher centered (berpusat pada guru) menuju pembelajaran yang bersifat students centered (berpusat pada siswa) dengan memanfaatkan berbagai sumber.
“Sehingga bisa menghasilkan pembelajaran yang bermakna dan pengalaman yang berharga (lesson learnt), kerena ilmu itu tidak hanya saja diperoleh dari guru saja bahkan dari murid itu sendiri yang bisa membuat perubahan dalam pembelajaran,” sebutnya.
Berbicara abad 21 pasti berkaitan dengan era digitalisasi, pelatihan Lesson Study for Learning Community ini, diharapkan dapat membantu guru dalam penerapan pembelajaran, sesuai tuntutan pembelajaran abad 21 yang berbasis digitalisasi, paling penting bagaimana teknologi dapat digunakan dengan tepat untuk membantu siswa belajar, tambah Asrul Karim lagi.
“Selain itu dari pelatihan ini bagaimana guru dapat melibatkan siswa dalam pembelajaran, dengan kata lain belajar secara bersama dengan siswa, guru dan siswa bisa ikut mengalami pada saat proses pembelajaran berlangsung, papar Misnar yang pernah mendapat pealtihan tentang Lesson study di negara Jepang,” katanya.
Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Kutablang Suwaibah, S.Pd menyambut baik dan memberikan respon positif pelaksanaan workshop ini.
Kegiatan ini, katanya, telah memberikan manfaat tentang pemahaman pelaksanaan pembelajaran yang bersifat kolaborasi, tidak mengabaikan siswa dalam belajar, dapat menciptakan kenyamanan dalam proses pembelajaran secara demokrasi bagi siswa dan guru saat pembelajaran berlangsung.
Salah seorang pemateri Asrul Karim, M.Pd, menambahkan, melalui program PKM ini dapat memberikan berbagai informasi yanguptodate bagi program studi dalam mencetak calon-calon guru sekolah dasar yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut informasi panitia seperti disampaiakan melalui Kabag Humas umuslim Zulkifli, Mkom, kegiatan Workshop diikuti 15 orang guru, dilaksanakan di dua lokasi, SDN 6 Kutablang dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim, berlangsung 26- 30 Juni 2019. (Ihkwati)










