KABAR BIREUEN-Tim Badan Pennggulangan Bencana Daerah (BPDD) Bireuen bersama Polairud mengevakuasi mayat berjenis kelamin laki-laki di sekitar 7 mil di perairan Peudada, Bireuen, Senin malam (19/3/2018).
Saat ditemukan, kondisi jenazah tidak utuh lagi dengan kondisi mayat tinggal sebagian, terdiri dari perut sampai ke ujung kaki dengan kedua pergelangan kaki terikat tali plastik.
Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Muhammad Nasir, SP,. MSM, kepada media, menyebutkan, melihat kondisi jenazah, dugaan sementara korban meninggal tidak wajar.
“Untuk lebih jelasnya kita serahkan kepada pihak berwajib. Dan potongan mayat tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Birueun.
Kronologis penemuan jenazah tersebut, kata Muhamamd Nasir, berdasarkan informasi dari seorang nelayan yang bernama Anwan Ben Nazaruddin warga Gampong Meunasah Cut, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen sekira pukul 17.30 WIB pada saat sedang menuju ke laut untuk memasang lampu penghalau ikan pada jarak tujuh mil laut ditemukan potongan mayat berjenis lelaki yang tidak utuh lagi.
“Nelayan tersebut langsung memberitaukan kepada pawang dan pemilik bot tidak lama kemudian disampaikan ke Pol Airud TPI Peudada. Dan diteruskan ke Pusdalops-PB,” sebutnya.
Tindak Lanjut kalak BPBD mengerahkan tiga orang personil skil untuk melaksankan evakuasi di laut bersama tim Pol Airud, serta menggunakan fasilitas kapal cepat milik Polair TPI Peudada.
Tim BPBD Langsung turun ke lokasi bersama Tim Pol Airud dengan menggunakan fasilitas kapal cepat milik Airud menuju lokasi untuk melaksankan evakuasi.
Berdasarkan hasil kajian cepat oleh tim Pusdalops-PB kondisi manyat berjenis kelamin lelaki (40) pada saat ditemukan tidak utuh lagi. (Ihkwati)











