KABAR BIREUEN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) melaksanakan kegiatan Lokakarya 2 Evaluasi dan Rencana Keberlanjutan.
Kegiatan dengan Topik Dampak Pengimbasan Sekolah Penggerak dan Rencana Aksi Keberlanjutan Program, dibuka langsung oleh Kepala Disdikbud Bireuen, Muslim, M.Si, di Aula Wisma Bireuen Jaya, Selasa (21/11/2023).
Dalam sambutanya Muslim menegaskan, sekolah penggerak harus menjadi model bagi sekolah sekolah lain.
Pengimbasan program sekolah penggerak ke sekolah lain adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menyebarkan program-program strategis kemdikbud.
Muslim mengharapkan kepada kepala sekolah harus lebih mampu dalam memanajerial sekolah.
Begitu juga dengan para guru harus mampu melahirkan inovasi-inovasi pembelajaran serta mampu menerapkan pembelajaran berbasis konten digital.
“Tahun 2024 semua sekolah sudah harus mampu menerapkan program sekolah penggerak di Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
Kepala Disdikbud Bireuen ini mengajak semua kepala sekolah dan guru untuk sama-sama membangun komitmen untuk memajukan pendidikan.
“Dan mampu menjembatani peserta didik menemukenali jati dirinya, agar menjadi manusia yang seutuhnya,” pungkas Muslim.
Sebelumnya, Kabid PTK Disdikbud Bireuen, Surya, S.Pd., M.Pd, melaporkan, kegiatan ini dilaksanakan sehari penuh, Selasa 21 November 2023 di Aula Wisma Bireuen Jaya.
Kegiatan menghadirkan dua orang narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh yakni Dr. Amiruddin, M.Pd dan Putra Jaya, M.Si.
“Kegiatan Lokakarya 2 “Evaluasi dan Rencana Keberlanjutan” Tahun 2023 ini diikuti 78 peserta,” sebut Surya.
Dirincikan, peserta tersebut terdiri dari pengawas berjumlah 13 orang, Kepala PAUD/TK 13 orang, Kepala Sekolah SD 33 orang dan Kepala Sekolah SMP berjumlah 19 orang.
Kabid PTK Disdikbud Bireuen ini mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
Kemudian, menjamin pemerataan kualitas pendidikan melalui program peningkatan kapasitas kepala sekolah yang mampu memimpin satuan pendidikan dalam mencapai pembelajaran yang berkualitas.
Selanjutnya, membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat yang berfokus pada peningkatan kualitas.
“Dan menciptakan iklim kolaboratif bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan baik pada lingkup sekolah, pemerintah daerah maupun pusat,” jelasnya. (Herman Suesilo)











