KABAR BIREUEN-Dinas Sosial Bireuen gelar Rapat Koordinasi (rakor) Penanganan Fakir Miskin Kabupaten Bireuen, di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen, Rabu (14/11/2018).

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial Bireuen, Drs Murdani, mengatakan,tujuan diadakan rakor ini, untuk membahas beberapa agenda diantaranya, tentang koordinasi dan verifikasi dan validasi Basis Data Terpadu (BDT).

Dalam rapat koordinasi Penanganan Fakir Miskin ini, besar harapan kami agar kegiatan ini dapat mengakomodir seluruh data fakir miskin sesuai dengan peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2017, tentang pedoman verifikasi dan validasi BDT yang merupakan sumber atau Induk data 40% tingkat kemiskinan yang ada di Kabupaten Bireuen.

Nantinya data tersebut akan digunakan sebagai bahan rujukan dan ajuan apabila ada program pemberdayaan dan bantuan serta subsidi untuk masyarakat farkir miskin dan orang kurang mampu.

Kemudian, Laporan Realisasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos RASTRA) sepanjang tahun 2018, Januari sampai Desember 2018 yang mana berasnya sudah tersalurkan semuanya.

Berikut agenda, persiapan Transformasi RASTRA ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada bulan Februari tahun 2019 yang mana nantinya bantuan yang diberikan berupa beras dan telur.

“Dengan total bantuan perbulan adalah Rp110.000 dan dapat ditukarkan di Elektronik Warung (e-Warung) yang nantinya bekerja sama dengan agen Bank Himbara ( Himpunan Bank Milik Negara, BRI, BNI, Mandiri dan BTN),” sebutnya.

Kegiatan ini diikuti 50 peserta menghadirkan dara sumber yaitu Edi Saputra Barus, Staf Bidang Penanganan Fakir Miskin dari Dinsos Aceh, Armia dari Perum Bulog Subdiver Lhokseumawe dan Murdani, dari Dinas Sosial Bireuen.

“Dengan rakor ini, semoga penanganan farkir miskin di Kabupaten Bireuen bisa tepat sasaran dan juga adanya penurunan angka kemiskinan setiap tahunnya,” harap Murdani. (Herman Suesilo).

BAGIKAN