KABAR BIREUEN-Pengurus Lembaga Peduli Duafa Aceh (LPDA), Kausar melantik dan mengambil sumpah pengurus LPD Cabang Bireuen, Kamis siang (8/3/2918) di Aula SMAN 2 Bireuen.
Ketua Umum, Muspendi kemudian menyerahkan SK kepada Ketua LPD Bireuen, Azhari.
Muspendi dalam sambutannya menyebutkan, dirinya bangga dengan kekuatan pemuda yang mau peduli dan membantu masyarakat.
“Pemuda sebagai aktor penggerak sosial, bila pemuda tak ada jiwa sosial, negara ini akan surut dan tak akan maju ke depan,” sebutnya.
Lembaga Peduli Duafa sudah bergerak sejak tahun 2014. Lembaga jangan pernah menyalahkan orang lain, tapi dalam melakukan kegiatan harus iklas,. Kebaikan tidak boleh diperbandingkan.
“Tanamkan dalam hati apa itu duafa dan bayangkan mereka.Dalam berkegiatan harus iklas. Saya berharap kalian selalu mencari duafa di pedalaman. Jangan posting duafa dan mempermalukan mereka dengan kondisinya di media sosial. Misalnya posting duafa tanpa pakaian. Jangan jadikan duafa sebagai objek selfie,” harapnya.
Sebelumnya , Ketua LPD Kabupaten Bireuen, Azhari , dalam sambutannya menyebutkan, pihaknya akan terus memberikan bantuan dan kepedulian kepada yang membutuhkan.
“Kita di organisasi ini bukan untuk mencari nama atau mencalonkan diri sebagai anggota dewan, tapi untuk membantu masyarakat,” sebutnya.
Pihaknya akan terus memberikan bantuan dan santunan kepada yang membutuhkan, misalnya meski sudah ada pengobatan gratis, tapi tetap butuh uang pendampingan untuk keluarga pasien dalam melakukan pengobatannya.
“Dengan sumbangan 5 ribu per bulan per orang, diharapkan dapat membantu masyarakat,” katanya.
Sementara itu Bupati Bireuen diwakili Assisten I Setdakab Bireuen, Mursyid SP atas nama Pemkab Bireuen mengucapkan terima kasih kepada pengurus LPD yang telah setahun, dan banyak membantu masyarakat.
Para pemuda lah tongkat dan aktor penggerak, untuk membangun komunikasi dengan lembaga dan dinas yang ada serta para donatur yang berpihak kepada kaum duafa.
“Harapan kami kepada adik-adik kami jangan segan-segan memberi pengertian kepada aparatur desa untuk melakukan pengawasan. Rumah duafa 2 unit tiap gampong, bisa menggerakan dan mengawasi serta memberikan masukan agar kriteria dan syarat penerima rumah duafa tak salah sasaran, tapi tepat sasaran,” harapnya.
Pada kesempatan itu, juga diserahkan santunan untuk anak yatim serta penyerahan tongkat jalan.
Hadir pada pelantikan tersebut, Wakil Ketua DPRK Bireuen, Drs Muhammad Arif, Pembina LPD Bireuen, dr Purnama Setia Budi, Sp.OG, BEM, Mahasiswa serta organisasi kepemudaan (Ihkwati).











