KABAR BIREUEN – Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia wilayah Aceh, Fadhilah S.Pd melantik pengurus JSIT Indonesia Kabupaten Bireuen, periode 2022 – 2026, di Auditorium Hotel Fajar, Minggu (3/8/2023).
Kegiatan itu dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Bireuen, Aulia Sofyan, Ph.D dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, Ir, Ibrahim Ahmad M.Si, diisi dengan Musyawarah Kerja Daerah JSIT Kabupaten Bireuen dan Seminar Pendidikan.
Pada kesempatan itu Sekda Bireuen Ibrahim Ahmad membacakan sambutan tertulis Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan, Ph.D.
Dalam sambutanya dikatakan, Sekolah Islam Terpadu pada hakekatnya sekolah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam secara terpadu, menyeluruh dan tidak parsial.
Dijelaskan, sekolah berbasis Islam memiliki beban yang berat, sebab membawa dua tugas sekaligus.
“Membangun pendidikan intelektual dan spiritual bagi peserta didik,” jelasnya.
Dikatakan, kami sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan karakter di Kabupaten Bireuen.
Menurutnya, tantangan pembinaan generasi muda saat ini semakin berat, sehingga peran sekolah Islam terpadu dalam mencerdaskan generasi muda sejak dini sangat penting.
“Harapan kami kepada JSIT Kabupaten Bireuen agar maju bersama dengan sekolah negeri dan swasta lainnya untuk membangun masyarakat,” sebutnya.
Dia berharap JSIT turut aktif dalam mengembangkan kurikulum merdeka khususnya di Kabupaten Bireuen.
Dalam pelaksanaannya, kurikulum merdeka akan lebih memberikan ruang kreatifitas yang lebih luas bagi peserta didik, tidak ada lagi dominasi guru.
“Yang ada sekarang guru hanyalah merupakan fasilitator dalam mengoptimalkan minat dan bakat siswa,” katanya.
JSIT Kabupaten Bireuen harus mampu mempercepat kemajuan dan peningkatan kualitas peserta didik khususnya di aspek pendidikan agama Islam.
Kepala Disdikbud Bireuen diwakili Kabid Pembinaan SD, Fauzan S.Pd mengatakan, kebijakan merdeka belajar adalah memberikan kemerdekaan kepada setiap satuan pendidikan, untuk melakukan inovasi.
Dengan kebijakan merdeka belajar tersebut, diharapkan adanya sinergitas, khususnya dari Disdikbud Bireuen dalam hal ini sinergitas itu sangat penting.
Ditegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen tidak membedakan antara sekolah negeri dan swasta.
“Yang terpenting Bireuen khususnya menuju pendidikan yang berkarakter, itu momen kami di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Kabid Pembinaan SD Disdikbud Bireuen ini.
Ketua JSIT Wilayah Aceh, Fadhila S.Pd.,M.Pd, mengharapkan para pengurus JSIT Wilayah Bireuen yang sudah dilantik untuk bersinergi, berkolaborasi dengan mitra-mitra terkait dan kembangkan sayap JSIT.
Sehingga bisa menjawab misi visi JSIT, yaitu Menjadi penggerak dan pemberdaya Sekolah Islam untuk kemajuan Indonesia.
Sementara itu, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Bireuen Fauziah, S.Pd mengatakan, amanah yang diberikan hari ini, bukanlah amanah yang biasa.
“Dia memohon doa dan dukungannya semua pihak, supaya dapat mengembangkan amanah ini dengan baik,” pintanya.
Adapun pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia wilayah Kabupaten yang dilantik ialah Ketua Fauziah, S.Pd, Sekretaris, Ratna Chairani Ulfa, S.Pd, Bendahara, Rugaiyah, S.Pd dan sejumlah pengurus lainnya. (Herman Suesilo)











