KABAR BIREUEN– Nek Hawiyah (81) tak perlu lagi tinggal di dalam kegelapan. Kini, dia bisa menikmati terangnya lampu listrik di rumahnya. Itu semua berkat bantuan dari Anggota DPD RI Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma.
Sejak Minggu (25/3/2018) kemarin, sang nenek yang tinggal bersama anaknya di Uteun Bunta, Kecamatan Peusangan, kabupaten Bireuen itu tak lagi memakai lampu teplok sebagai penerang dalam kegelapan malam.
Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memasang meteran listrik serta bola lampu di rumah nenek tersebut atas inisiasi dari haji Uma melalui perwakilannya di Bireuen, dima.
Dima kepada Kabar Bireuen , Senin (26/3/2018) menyebutkan, sejak kunjungan terkahir pihaknya ke rumah nenek tersebut pada 8 Maret 2018, lalu untuk memberikan bantuan sembako serta alas tidur dan bantal, pihaknya juga berkoordinasi dengan PLN untuk malakukan pemasangan listrik ke rumah Nek Hawiyah.
“Selama dua minggu ini, pamasangan itu masih dalam proses di PLN. Sebab pihak perusahaan harus melakukan survey terlebih dahulu sebelum pemasangan listrik. Karena itu, baru Minggu kemarin dilakukan pemasangan,” ungkapnya.
Dikatakan Dima, Nek Hawiyah sangat senang dan bahagia akhirnya bisa menikamti penerangan lsitrik di rumahnya.
Hawiyah Binti Ishak tinggal bersama anak lelakinya M Yusuf di rumah sederhana, dengan sumur tanah bak kubangan tanpa cincin dan dinding. Rumah itu juga tak ada WC.
Hawiyah yang juga sudah agak rabun matanya dan tak kuat berjalan, terpaksa harus merangkak di dalam rumahnya untuk beraktivitas, termasuk memasak.
Dia memasak di dapur dengan kayu bakar di lantai beralas tanah. Untuk beras dia memperoleh raskin. Tapi lauk pauk hanya makan dengan garam dan cabe rawit. (Ihkwati)











