36 Tahun Bersengketa, Penyelesaian Tapal Batas Bugak Krueng dengan Bugak Blang Berakhir Damai

KABAR BIREUEN – Sengketa tapal batas antara Gampong Bugak Krueng dengan Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen yang sudah berlangsung selama 36 tahun (1984-2020), berakhir damai pada Minggu (9/2/2020).

Kedua gampong pun sepakat membuat tapal batas dengan membangun tembok untuk memperjelas tapal batas Gampong Bugak Krueng dengan Bugak Blang.

Perangkat Gampong Bugak Krueng dan Bugak Blang disaksikan Muspika Jangka (Camat Jangka Alfian, S.Sos, Danramil Jangka Kapten Nanang Sudaryanto, Kapolsek Jangka Ipda M. Abidin Fitri) dan Imum Mukim Bugak Basri M. Daud, sama-sama sepakat menandatangani berita acara penyelesaian sengketa tapal batas itu secara damai.

Pada kesempatan tersebut, Camat Alfian, menyampaikan, pihaknya dari Muspika Jangka menyambut baik atas itikad baik dan kesepakatan bersama dalam penyelesaian tapal batas antara kedua gampong tersebut.

Dikatakan Alfian, dengan adanya kesepakatan bersama ini, semua pihak harus menghormati segala aturan bersama mengenai tapal batas yang telah dituangkan dalam berita acara perdamaian sengketa tapal batas.

“Hari ini tidak ada lagi perselisihan tapal batas dari kedua Gampong Bugak Krueng dan Bugak Blang. Semua yang terlibat sudah sepakat untuk dapat saling menghargai dan menghormati apa yang sudah ditandatanggani hari ini,” sebut Alfian.

Ia berharap, semua sengketa tapal batas yang terjadi di wilayah Kecamatan Jangka, dapat diselesaikan secara damai.

Hal yang sama juga diungkapkan Danramil Jangka, Kapten Nanang Sudaryanto. Ia berharap, tidak ada lagi perselisihan tapal batas yang sudah berlangsung lama ini. Sebab, hal tersebut dapat menghambat proses pembangunan desa.

“Kita terus mendorong agar tidak ada lagi perselisihan tapal batas. Atas penyelesaian ini, kami dari Muspika Jangka mengucapkan terima kasih kepada kedua gampong, Bugak Blang dan Bugak Krueng yang telah menyelesaikan persoalan tapal batas ini secara damai,” ungkap Kapten Nanang.

Sementara itu Keuchik Bugak Krueng, Anwar M Ali, mengucapkan rasa terima kasih kepada Muspika Jangka. Katanya, walaupun ini hari libur, namun meluangkan waktu untuk dapat hadir menyelesaikan persoalan sengketa tapal batas antara Gampong Bugak Krueng dan Bugak Blang.

Anwar mengatakan, sebenarnya sengketa tapal batas kedua gampong sudang berlangsung sangat lama yaitu sejak tahun 1984. Namun, penyelesaian secara damai atau titik temu baru terjadi di tahun 2020.

“Tentu ini atas itikad baik kedua gampong. Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut, hingga merembes ke generasi berikutnya. Makanya, kami selesaikan secara damai,” jelas Keuchik Anwar.

Hal yang sama juga disampaikan Keuchik Bugak Blang, Masri Ishak. Ia berharap, dengan dibangunnya tembok pembatas kedua gampong tersebut, telah mempertegas bahwa sengketa tapal batas kedua gampong ini sudah berakhir secara damai. (REL) 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Keuchik Saipuni Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Warisan Ulama dan Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

0
KABAR BIREUEN, Jangka — Keuchik Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Saipuni, S.Pd.I., mendesak pengelolaan Yayasan Almuslim Peusangan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama...

Kolaborasi Faperta UNIKI dengan Desa Kalasegi, Buka Peluang Ekonomi Baru Berbasis Wisata

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tengah – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) melalui Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (Faperta) mendorong pengembangan potensi wisata Desa Kalasegi, Aceh...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Lahirkan Kader Ulama Muda Berprestasi, PKU Tahun 2026 Berakhir Sukses

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang– Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026 telah berakhir sukses dengan melahirkan kader ulama muda yang berprestasi. Kegiatan yang digelar Majelis Permusyawaratan...

BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat ‎

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan wakaf produktif sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan...

KABAR POPULER

Sejumlah Keuchik di Jangka Serukan Transparansi Harta Wakaf dan Musyawarah Terbuka demi Masa Depan...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepedulian terhadap masa depan Yayasan Almuslim Peusangan makin menguat. Sejumlah keuchik di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen mengharapkan proses pergantian kepemimpinan...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Musyawarah IX Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) yang berlangsung di Matangglumpangdua pada 28 November 2020, meninggalkan sejumlah teka teki. Mulai dari...

Kunjungan Pasien RSUD dr Fauziah Bireuen Meningkat, Direktur: Semua Pasien Dilayani Sesuai Tingkat Kegawatdaruratan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen memastikan tidak ada pasien yang diabaikan atau ditelantarkan, meskipun saat ini sedang menghadapi peningkatan jumlah...

Keuchik Saipuni Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Warisan Ulama dan Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

0
KABAR BIREUEN, Jangka — Keuchik Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Saipuni, S.Pd.I., mendesak pengelolaan Yayasan Almuslim Peusangan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama...