KABAR BIREUEN – Caleg DPR RI Dapil II Aceh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Drs. H. Anwar Idris, dilaporkan rekannya, H. Akmal Hanif, Lc (juga Caleg DPR RI dari Dapil dan partai yang sama) ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Bireuen, Jumat (3/5/2019). Anwar Idris pun menyatakan, telah siap menghadapinya.

Pelaporan tersebut terkait temuan penggelembungan suara yang diduga dilakukan pihak Anwar Idris di sejumlah desa dalam Kabupaten Bireuen.

Kepada wartawan, Akmal Hanif menjelaskan, laporan itu juga dilengkapi bukti-bukti adanya penggelembungan suara yang diduga dilakukan pihak Anwar Idris di beberapa gampong di Kecamatan Peusangan dan Kota Juang.

“Yang baru didapati ini, kita lapor terus. Kalau nanti dapat lagi yang lain, kita lapor lagi. Kami tidak akan membiarkan ada kecurangan dalam Pemilu ini,” ungkap Akmal Hanif yang didampingi tiga kuasa hukumnya, Firmansyah, SH, Asfiani, SH dan M. Husen, SH.

Menurut Akmal, berdasarkan data angka di Form C 1 dan DA 1 yang didapatkan tim pemenangannya, perolehan suara Anwar Idris berbeda. Diduga, ada penggelembungan suara.

Hal tersebut, kata dia, seperti yang didapati di Gampong Paya Cut, Pante Gajah (Kecamatan Peusangan) serta Bandar Bireuen dan Geudong-Geudong (Kecamatan Kota Juang).

“Kita melihat terjadi perbedaan perolehan suara di Form C 1 tingkat TPS Gampong dengan di Form DA 1. Kami menduga, ini ada permainan penggelembungan suara,” sebut Akmal Hanif.

Anwar Idris yang dikonfirmasi Kabar Bireuen via telepon seluler, Sabtu (4/5/2019), membantah telah melakukan pelanggaran Pemilu, sebagaimana dilaporkan Akmal Hanif. Dia memastikan, telah mengikuti Pileg secara bersih sesuai aturan yang berlaku dan tidak melakukan kecurangan.

Meski begitu, kata Anwar Idris, bila ada yang merasa dirugikan dan telah membuat laporan ke Panwaslih, dipersilakan. Itu tidak ada masalah dan dia telah siap menghadapinya.

Bagi Anwar Idris, laporan yang disampaikan Akmal Hanif ke Panwaslih Bireuen, sah-sah saja dan itu merupakan haknya dia. Namun, Anwar Idris mengingatkan Akmal Hanif, tudingan tersebut harus bisa dibuktikannya sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kalau tidak bisa dibuktikan, akan saya lapor balik. Sebab, dia telah mencemarkan nama baik saya dan melaporkan perbuatan yang tidak pernah saya lakukan. Jangan karena suara saya lebih banyak, lalu saya dituduh telah berbuat curang,” tegas caleg incumbent ini.

Terkait pelaporan tersebut, menurut Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Panwaslih Bireuen, Desi Safnita, pihaknya akan mempelajari dulu semua kelengkapan yang dibutuhkan, sesuai aturan yang berlaku.

“Dalam jangka waktu 14 hari kerja, kami akan melakukan tahapan laporan sebagaimana mekanisme yang berlaku,” jelas Desi Safnita. (Suryadi)

 

 

 

BAGIKAN