KABAR BIREUEN, Juli – Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, mengatakan, sekolah harus menjadi laboratorium hidup yang mampu melahirkan generasi petani modern sekaligus memperkuat ketahanan pangan di masa depan. Karena itu, siswa perlu dikenalkan sejak dini dengan dunia pertanian melalui berbagai program berbasis praktik di lingkungan sekolah.
Pernyataan tersebut disampaikan Wabup Razuardi dalam sambutannya saat peluncuran Program Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah yang digagas Yayasan Swantara Pangan Nusantara (YSPN) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen, di SMP Negeri 3 Juli, Jumat (19/6/2026).
“Saya instruksikan agar bantuan ini dirawat dengan baik. Jadikan area sekolah sebagai laboratorium hidup, tempat anak-anak kita belajar berinovasi dan mencintai sektor pangan,” kata Razuardi saat membacakan sambutan tertulis Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum YSPN Marsdya TNI (Purn) Daryatmo, SIP, sejumlah pejabat daerah, guru, siswa, dan kelompok tani. Pada kesempatan itu, mereka turut menanam ratusan bibit cabai dan terong dalam polibag di lingkungan sekolah.
Selain penanaman, YSPN juga menyerahkan bantuan bibit tanaman, pupuk cair, dan polibag kepada perwakilan siswa serta kelompok tani. Bantuan beras sebanyak satu ton juga disalurkan untuk mendukung kebutuhan siswa.

Razuardi menyebutkan, ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama kedaulatan bangsa. Karena itu, program “Swasembada Pangan Berbasis Sekolah” yang diinisiasi YSPN dinilai sebagai langkah inovatif dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pertanian.
“Pendidikan bukan hanya tentang membaca buku di dalam kelas, tetapi juga tentang menanam kepedulian terhadap bumi dan masa depan pangan kita sejak usia dini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada YSPN atas dukungan yang diberikan kepada sekolah dan masyarakat melalui berbagai bantuan pertanian.
Menurutnya, bantuan berupa benih, pupuk cair, polibag, dan beras tersebut tidak hanya membantu kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal praktik pertanian secara langsung.
Sementara itu, Ketua Umum YSPN Marsdya TNI (Purn) Daryatmo mengatakan program ketahanan pangan berbasis sekolah merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian.

Ia menjelaskan, program tersebut bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, gotong royong, dan inovasi kepada para siswa melalui kegiatan pertanian yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah.
Selain itu, program tersebut juga dirancang untuk menjawab tantangan krisis regenerasi petani yang diperkirakan akan terjadi pada masa mendatang.
“Program ini bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, gotong royong, dan inovasi kepada siswa. Di sisi lain, kami ingin mengatasi krisis generasi petani ke depan dengan menyiapkan petani modern yang ditangani oleh sumber daya manusia profesional dan unggul, yaitu anak-anak sekolah saat ini,” kata Daryatmo.
Melalui program ini, YSPN dan Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap sekolah dapat menjadi pusat edukasi ketahanan pangan sekaligus wadah pembentukan generasi muda yang siap mengembangkan sektor pertanian modern di masa depan. (Hermanto)












