Rabu, 20 Mei 2026

Tim Verifikasi Rumah Bantuan Baitul Mal Bireuen: Rumah ‘Baygon’ Masih Layak Direhab

KABAR BIREUEN, Bireuen – Tim verifikasi bantuan rumah layak huni Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen mengungkapkan, rumah milik Junaidi alias Baygon di Gampong (Desa) Pulo Panyang, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, masih layak huni.

“Hasil validasi yang kami lakukan terakhir pada bulan April 2025, rumah milik Baygon yang diajukan bantuan bangun baru masih layak huni. Rumahnya semi permanen, kayu-kayunya juga masih bagus, dan ditawarkan untuk rehab saja,” ungkap tim verifikasi bantuan rumah layak huni BMK Bireuen, Syukri, ST didampingi Rahmayadi, ST kepada Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Selasa (14/10/2025).

Menurut Syukri, permohonan bantuan rumah layak huni oleh Baygon pada tahun 2023. Saat itu, legalitas tanah dengan fisik rumah yang tercantum di proposal berbeda lokasi.

“Dan menurut informasi kami dapat, rumah yang diajukan bangun baru adalah rumah milik mertuanya. Sementara, dia juga memiliki rumah sendiri di lokasi terpisah. Dan surat tanah juga bukan di lokasi rumah seperti di proposal,” jelas Syukri.

Syukri (kiri) dan Rahmayadi (Foto: Rizanur/Kabar Bireuen)

Sehingga, lanjutnya, saat validasi data terakhir pada April lalu ditawarkan rumah mertuanya itu diberikan bantuan rehab. “Dan waktu itu mereka (Baygon dan keluarganya) tidak keberatan rumahnya diberikan bantuan rehab,” sebut Syukri.

Menurut Syukri yang dibenarkan Rahmayadi, saat tim verifikasi ke lokasi, Baygon tidak menunjukkan rumah miliknya. “Yang ditunjuk ya rumah mertuanya, sehingga tim berkesimpulan rumah mertuanya tidak layak dibangun baru, tetapi masih layak direhab, apalagi mertuanya itu tidak ada tanggungan lagi,” terang tim verifikasi.

Ditanya kenapa ada pihak yang membawa material ke lokasi rumah Baygon, seakan-akan rumah bantuan untuknya bakal direalisasi, Syukri dan Rahmayadi juga bingung.

“Tidak ada pihak dinas (Dinas Perkim) maupun dari Baitul Mal yang meminta pihak tertentu untuk mengangkut material (batu kali dan pasir) ke lokasi rumah Baygon. Itu di luar sepengetahuan kami,” tegasnya.

Rumah mertua Junaidi bagian belakang (Foto: Rizanur/Kabar Bireuen)

Terkait beredarnya kabar dicoret nama Junaidi alias Baygon dari daftar penerima bantuan rumah layak huni yang dibiayai BMK Bireuen tahun 2025, Ketua Baitul Mal setempat, Tgk Muhammad Hafiq, memberikan penjelasan.

“Yang menilai layak atau tidaknya seseorang untuk menerima bantuan rumah layak huni adalah tim teknis, karena mereka yang melakukan verifikasi. Baitul Mal hanya memverifikasi administrasi, sedangkan teknis urusan tim teknis,” jelasnya.

Sementara, hasil penelusuran media ini ke lokasi rumah Baygon di Gampong Pulo Panyang, Kecamatan Peusangan Selatan, Rabu (15/10/2025) diperoleh beberapa informasi.

Menurut Baygon, permohonan bantuan rumah ke BMK diajukan tahun 2023 melalui Rusyidi Mukhtar alias Ceulangiek, Ketua DPRK Bireuen periode 2019-2024.

Kondisi rumah milik Junaidi (Foto: Rizanur/Kabar Bireuen)

“Proposalnya saya kasih melalui Ceulangiek dan saya tidak pernah ke kantor Baitul Mal. Tidak ada satu orangpun yang saya kenal di Baitul Mal,” katanya.

Ditanya rumah yang diajukan bantuan bangun baru ke BMK, ia mengaku milik mertuanya, namun sudah dihibahkan untuk istrinya.

“Ini rumah ibu mertua saya, tetapi sudah dihibah untuk istri saya sekarang,” katanya sambil menunjukkan surat keterangan hibah yang dibuat pada 13 Februari 2024.

Pada kesempatan itu, Junaidi mengaku pada saat proposal diajukan ke BMK, surat tanah yang dilampirkan bukan surat keterangan hibah dari mertuanya, melainkan surat keterangan jual beli yang dikeluarkan tahun 2022.

Surat kepemilikan tanah yang dilampirkan pada proposal (Foto: Dok. Kabar Bireuen)

Alasannya, karena pada saat itu belum ada surat keterangan hibah. “Karena waktu mendesak untuk proposal harus segera diajukan, maka saya lampirkan surat lain. Memang lokasinya berbeda, dan kemudian disusul surat yang baru (surat keterangan hibah),” katanya.

Baygon juga mengaku memiliki rumah sendiri di lokasi lain yang berjarak kurang lebih 500 meter dari kediaman ibu mertuanya. Media ini turut melihat langsung ke lokasi tersebut.

“Rumah ini sudah lima tahun tidak lagi kami tempati, karena sekarang tinggal di rumah mertua. Ibu mertua saya sekarang sakit dan tidak bisa melihat lagi,” sebutnya.

Terakhir, ia berharap BMK Bireuen dapat mempertimbangkan kembali terkait permohonannya untuk mendapatkan bantuan rumah layak huni, bukan bantuan rumah rehab.

“Saya mohon kepada Baitul Mal dan Bapak Bupati Bireuen mempertimbangkan lagi permohonan rumah bantuan untuk saya,” pungkasnya. (Rizanur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Ilham Sakubat Tolak Berdamai dengan Anderson, Proses Hukum Tetap Berlanjut

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) yang menjerat Zarkasyi alias Anderson terus bergulir di Polres...

11 Atlet Kempo Bireuen Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Sebanyak 11 atlet Kempo Bireuen sukses lolos ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Aceh Jaya. Keberhasilan tersebut setelah 11...

Warga Berharap Bupati Bireuen Alokasikan Anggaran untuk Peningkatan Jalan Akses ke Lapangan Paya Kareung

0
KABAR BIREUEN, Bireuen, Warga Kabupaten Bireuen, khususnya peminat olahraga, mengharapkan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan akses ke lapangan...

Ratusan Peserta Didik Ikuti FLS3N SD Tingkat Kabupaten Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) unjuk talenta di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat...

PW APRI Aceh dan Humas Kemenag Aceh Gelar Webinar Penulisan Berita Online

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Guna memperkuat peran penghulu di bidang literasi, terutama penulisan berita di website organisasi, Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia...

KABAR POPULER

Lima Jabatan Tinggi Pratama dan 15 Administrator di Pemkab Bireuen Kosong, Ini Penyebabnya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Lima jabatan tinggi pratama (eselon II) dan 15 jabatan administrator (eselon III) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen saat ini...

Ilham Sakubat Tolak Berdamai dengan Anderson, Proses Hukum Tetap Berlanjut

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) yang menjerat Zarkasyi alias Anderson terus bergulir di Polres...

Ratusan Peserta Didik Ikuti FLS3N SD Tingkat Kabupaten Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) unjuk talenta di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat...

Pemkab Bireuen Gelar Pasar Murah Jelang Idul Adha, Ini Jadwal dan Lokasinya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Pemerintah Aceh menggelar pasar murah di 11 kecamatan. Pasar murah tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya...

Polda Aceh Klarifikasi Informasi Dugaan Penetapan Al-Farlaky Jadi Tersangka dalam Kasus Korupsi Beasiswa 2017

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Polda Aceh melalui Kabid Humas ,Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, SIK, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di sejumlah media yang menyebutkan...