KABAR BIREUEN – Tim Peneliti Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (BPPK Kemlu RI), Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil., M.A (Dosen FISIP Universitas Almuslim) dan Dr. Ichsan (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh) melakukan kunjungan ke Joint Resident Commissioner, Andaman and Nicobar Islands yang terletak di Andaman and Nicobar Bhavan, 13-19, Tikendrajit Marg, Chanakyapuri, New Delhi, Jumat (20/4/2018).
Teuku Cut Mahmud Aziz, peneliti berasal dari Universitas Almuslim (Umuslim) Kabupaten Bireuen kepada Kabar Bireuen, Selasa (24/4/2018) melalui jaringan WhatsApp menyampaikan, di sana tim peneliti yang didampingi diplomat dari KBRI, Noviandri melakukan pertemuan dengan Shri Kuldip Singh Thakur, Kepala Kantor Representatif Kepulauan Andaman-Nicobar.
“Kedatangan kami disambut dengan penuh keramahan. Pertemuan yang kami lakukan ini dalam rangka pengumpulan data penelitian lapangan sebelum tim peneliti menuju ke Kepulauan Andaman dan Nicobar,” sebutnya.
Di sana, lanjut Dosen FISIP Umuslim yang akrab disapa Ampon Cut ini, banyak hal yang dibahas, mulai dari potensi kerjasama, berbagai peluang dan tantangan, komoditas unggulan masing-masing wilayah atau daerah, dan potensi pengembangan di sektor pariwisata.
Sektor pariwisata menjadi sektor unggulan dan berpotensi untuk dikoneksikan. Sabang dan Port Blair di Kepulauan Andaman-Nicobar dapat menjadi lokasi tujuan wisata bahari bagi para wisatawan India dan Indonesia sekaligus menjadi hubungan bagi tujuan wisata maritim internasional di Kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.
“Kedua lokasi berpotensi dikoneksikan dalam satu jalur penerbangan maupun wisata kapal-kapal cruise dan yacht antara Maldives, Port Blair, Phuket, Langkawi, Sabang, dan Singapura,” tambahnya.
Menurut Ampon Cut, dengan peluang dan potensi yang ada, antara Aceh dan Kepulauan Andaman-Nicobar, jika ini tidak dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh maka akan sangat disayangkan.
“Untuk itu, Pemerintah Provinsi Aceh perlu melakukan berbagai inisiasi kerjasama dengan berbagai pihak bagi pengembangan wisata daerah. Dan jika ini berhasil maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dan terbukanya banyak lapangan pekerjaan,” pungkasnya. (Rizanur)











