KABAR BIREUEN– Minggu sore 26 Mei 2019, sekira pukul 16.00 WIB, Koordinator Kami Peduli Bireuen (KPB) dihubungi petugas piket Sat Lantas Polres Bireuen.
Petugas piket tersebut menginformasikan laporan masyarakat ada warga Desa Pulo Ara, Geudong Tengoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen bernama Sulaiman (54), tani, yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Begitu mendapatkan informasi tersebut, Deni Putra selaku Koordinaror KPB langsung menuju ke lokasi dan melihat kondisi Sulaiman.
Ternyata memang sangat menyedihkan, Sulaiman ditemukan sudah tak berdaya di rumahnya di kawasan Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Bireuen.
Saat didatangi di rumahnya, tidak ada seorangpun keluarga atau warga yang mengetahui kondisinya. Badan lelaki itu pun tampak kurus kering tinggal kulit dengan tulang.
Tak hanya itu, ruangan di dalam rumah gubuk berukuran 4×4 meter itu, juga berantakan dan dipenuhi kotoran manusia.
Kondisi Sulaiman kumal, diduga sudah lama tidak mendapatkan air bersih dan tidak makan. Sehingga ia terlantar tak terurus.
“Saat kami datangi, Sulaiman dalam kondisi terbaring di rumahnya tanpa menggunakan pakaian apapun, sehingga saya menyuruh salah seorang warga untuk memanggil keuchik Pulo Ara untuk mendampingi kegiatan kami,” ungkap Deni.
Adapun tindakan yang pihaknya lakukan untuk penanganan pertama yaitu memandikan Sulaiman di depan rumahnya.
“Pembersihan Sulaiman dengan cara dimandikan tersebut dilakukan beberapa relawan KPB dan Ruslan Abdul Gani dari Tagana,” sebut Deni.
Setelah dimandikan dan dibersihkan, Deni kemudian meminta bantuan Mobil Unit Laka Lantas Polres Bireuen untuk membawa Sulaiman ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen.
“Saat ini Sulaiman telah dilakukan perawatan secara medis oleh pihak rumah sakit. Isya Allah kita akan lakukan pendampingan terhadap Pak Sulaiman
untuk menjalani kemoterapi atas penyakit kelenjar getah bening yang dideritanya di Banda Aceh,” pungkasnya. (Ihkwati).











