Sabtu, 17 Januari 2026

Terkait Ganti Rugi Ternak Korban Bencana, HRD Tekankan Pendataan Harus Sesuai Kondisi Riil di Lapangan

KABAR BIREUEN, Bireuen – Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Aceh 2, H. Ruslan Daud (HRD), mengapresiasi langkah pemerintah memberikan ganti rugi atas hewan peternakan milik masyarakat yang mati atau hilang akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera pada akhir November 2025. Namun, dia menegaskan, keberhasilan kebijakan tersebut sangat ditentukan oleh kualitas pendataan di lapangan.

Menurut HRD, kebijakan penggantian ternak merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi mata pencaharian masyarakat, khususnya para peternak yang terdampak langsung bencana alam.

“Upaya pemerintah ini patut diapresiasi karena menyentuh langsung sumber penghidupan warga. Tetapi, kuncinya ada pada pendataan. Tanpa data yang riil, akurat, dan terbaru, bantuan berpotensi tidak tepat sasaran,” ungkap HRD kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).

BACA JUGA: Penuhi Permintaan Warga, HRD Kerahkan Alat Berat Bersihkan Lumpur Banjir di Peusangan Selatan

HRD menekankan pentingnya peran keuchik (kepala desa) dan dinas terkait, untuk bersikap proaktif melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh kerugian peternak akibat banjir dan longsor. Pendataan tersebut, harus segera dilaporkan secara faktual dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Kementerian Pertanian.

HRD mengingatkan, proses pendataan tidak boleh bersifat administratif semata, apalagi menggunakan data lama atau sekadar perkiraan.

“Pendataan harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Jangan menggunakan data lama atau asumsi. Ini menyangkut hak masyarakat korban bencana,” tegasnya.

Di sisi lain, HRD juga mendorong para penyintas banjir, khususnya peternak, untuk aktif mengawal proses pendataan. Masyarakat diminta melaporkan kerugian yang dialami sekaligus memeriksa kembali data yang dihimpun oleh aparatur desa.

BACA JUGA: Meski Tanpa Usulan Pemkab Bireuen, HRD Siap Perjuangkan Huntara untuk Korban Bencana

“Penyintas juga punya hak untuk memastikan data mereka benar. Jika ada yang terlewat atau tidak sesuai, segera disampaikan. Ini bagian dari transparansi dan keadilan,” ujarnya.

Disebutkan HRD, pendataan yang riil dan mutakhir terhadap seluruh dampak bencana sangat diperlukan, baik kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, hingga kehilangan mata pencaharian masyarakat. Menurutnya, peran pemerintah daerah sangat strategis dalam memastikan data dari lapangan tersampaikan dengan benar ke pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah harus menjadi penghubung yang kuat antara masyarakat dan pemerintah pusat. Data yang valid dari daerah adalah fondasi utama kebijakan dan penyaluran bantuan,” demikian dijelaskan HRD. (Suryadi) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Tempuh Akses Sulit, Relawan Mapala ALASKA Umuslim Dampingi Pendidikan Anak Korban Bencana di Pengungsian

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Di tengah keterbatasan akses dan rusaknya infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor, relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan...

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PC APRI Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya Dikukuhkan, Ketua PW: APRI Harus Bermanfaat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Aceh kembali melaksanakan agenda pengukuhan Pengurus Cabang (PC) APRI di...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

KABAR POPULER

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

Camat Peusangan: Korban Banjir di Pante Lhong Tidak Butuh Huntara

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Warga korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tidak membutuhkan hunian sementara (huntara). Hal...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...