KABAR BIREUEN – Ajang Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pemuda/KNPI 2018 yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat resmi ditutup, Selasa (4/12/2018).

Silaturahmi yang dihadiri ratusan Ketua KNPI Kota/Kabupaten se Indonesia ini pun menghasilkan empat poin kesepakatan.

“Alhamdulillah silatnas 2018 di Bogor berjalan lancar dan diikuti sekitar 300 Ketua KNPI Kota/Kabupaten,” ujar Sekretaris SC, Asnawi My TsA, S. Sos Rabu (5/12/2018).

Selain silaturahmi, lanjut dia, Silatnas 2018 ini juga menghasilkan beberapa poin rekomendasi.

Pertama, kegiatan Silatnas Pemuda/KNPI Kota dan Kabupaten ini agar dimasukan kedalam rekomendasi kongres KNPI XV di Aceh dan dijadikan kegiatan wajib oleh DPP KNPI setiap tahun.

“Kedua, sangat penting kongres KNPI ke XV merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan revisi terhadap Undang-Undang nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan,” tegas pria yang juga Ketua DPD KNPI Bireuen sekaligus salah seorang inisiator Silatnas.

Ia mengungkapkan, bahwa revisi undang-undang yang dimaksud agar dimasukkan dalam Prolegnas tahun 2019. Seluruh peserta Silatnas DPD KNPI Kota/Kabupaten sepakat untuk mengawal proses revisi undang-undang tersebut di atas.

Ketiga, lanjut Asnawi yang sering disapa Aboen, peserta silatnas mengusulkan kepada kongres KNPI ke XV agar memasukkan rekomendasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga untuk dapat menerbitkan peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang keberhimpunan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) serta Kemahasiswaan dan Pelajar dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia sebagai wadah berhimpun yang secara resmi diakui oleh pemerintah.

“Terakhir kami mengusulkan kepada kongres KNPI ke XV untuk dapat merekomendasikan kepada Presiden Republik Indonesia untuk dapat mengambil Iangkah politik dan hukum dalam menyikapi dinamika keberhimpunan organisasi kepemudaan,” pungkasnya.

Pada akhirnya,  semoga Kongres Pemuda/KNPI di Aceh berjalan sukses seperti yang diharapkan. Para ketua KNPI Kota/Kabupaten siap mensukseskan kongres di Aceh.(REL)

BAGIKAN