KABAR BIREUEN-Puluhan peserta didik Paud Humairah Gampong Blang Cot Baroh Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen diwisuda.
Prosesi Wisuda gelombang ke III Paud tersebut, berlangsung di Paud gampong setempat, Sabtu (5/5/2018).
Prosesi ini dirangkai dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba untuk juara 1, 2 dan 3, yaitu lomba Hafalan ayat pendek, hafalan doa sehari-hari mewarnai dan prestasi kelas.
Pada kesempatan itu pembina Paud gampong setempat, Hermansyah yang juga Pj keuchik gampong setempat berpesan, kepada yang telah diwisuda hari ini, dapat terus meningkatkan prestasi kejenjang selanjutnya.
“Jangan pernah bosan untuk belajar, mengejar cita-cita sehingga dapat meraih yang terbaik untuk masa depan nusa dan bangsa,” harap Hermansyah.
Di bagian lain, Ia juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua peserta didik yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk belajar dan menuntut ilmu di Paud dan TK Humairah ini.
Begitu kepada guru pengajar, serta semua unsur yang terlibat dalam proses ngajar mengajar, yang mana telah mengabdi di Paud Humairah ini, mendidik peserta agar anak-anak warga di gampong mendapat pendidikan sejak usia dini.
“Apresiasi kami berikan atas kerjakeras para guru, meski tanpa pamrih dalam membimbing dan mengajar anak-anak bangsa selama ini,” kata Hermansyah.
Sebelumnya ketua lembaga Paud Humairah, Joniful Bahri mengatakan, berdirinya PAUD dan TK ini diawali dengan keprihatinan terhadap anak-anak kampung setempat yang tidak mendapatkan akses pendidikan di Paud/TK yang memadai, karena faktor ekonomi yang serba terbatas.
“Dari seluruh peserta didik yang sudah 3 gelombang, seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu warga setempat juga seputar gampong Blang Cot Baroh,” kata Joniful.
Namun demikian, tambah Joniful Bahri, Alhamdulillah wisuda hari ini merupakan wisuda gelombang ke III mendapat tempat dari warga dan perangkat gampong.
“Saat ini, Paud Humairah kita gratiskan, sebab rata-rata yang masuk ke PAUD dan TK Humairah warga kurang mampu. Sedangkan anak warga yang mapan, tentu lebih memilih TK yang sudah ada nama,” ujarnya.
Dikatakan Joniful Bahri, pada prinsipnya anak-anak warga miskin dan kurang mampu juga harus mendapat pendidikan yang layak, mereka sama dan harus diperhatikan sehingga mereka setara dengan anak orangberada.
“Malah mereka lebih pinter, tapi selama ini tak diperhatikan karena dianggap gampong, termasuk bantuan BPO yang masih minim, dibandingkan PAUD dan TK seputar kota yang selama ini sudah maju. Ini harus menjadi catatan Kabid Paud, Pembinaan Non Formal Bireuen,” sebutnya. (Herman Suesilo)











