Usman S Pd

KABAR BIREUEN – Setelah sekian lama diliburkan, sekolah di Banda Aceh mulai melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka, pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 sejak Senin (4/1/2021).

Pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilakukan di SMA Negeri 1 Banda Aceh hingga saat ini berjalan lancar, kondisi kesehatan siswa maupun guru tetap terjaga, belum ada yang sakit dengan melaksanakan protokol kesehatan, sebagai salah satu syarat melaksanakan PBM.

Demikian ungkap Kepala SMA Negeri 1 Banda Aceh Usman S Pd kepada media ini, saat dijumpai di ruang kerjanya di Gedung SMA Negeri 1 Banda Aceh, Rabu (13/1/2021).

“Sekolah menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan, dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ditengah-tengah masyarakat, pada saat menjalankan Adaptasi Kebiasaan Baru (new normal) yang sudah berlaku sekarang ini,” ucapnya.

Ditambahkannya, proses belajar mengajar melalui pembagian shift, dengan membagi satu kelas menjadi 2 shift dengan hari yang berbeda untuk menghindari kerumunan. Waktu belajar masuk jam 07.30 WIB, diawali dengan mengikuti prokes dengan mencuci tangan pada sejumlah wastafel yang disediakan di sekolah, lalu mengaji dan pukul 08.00 WIB baru belajar.

“Biarpun duduknya jarang proses belajar mengajar tetap berjalan menurut standar yang sudah ada. Hanya saja karena harus duduk jarang, tidak ada metode diskusi. Sebelumnya kami membuat surat izin kepada oramg tua siswa, untuk proses belajar mengajar tatap muka. Alhamdulillah respon orang tua siswa sangat baik menerima ketentuan yang ada disekolah,” papar Usman.

Menurut dia, memang sebelumnya ada lakukan sistem daring. Tetapi setelah ada tatap muka ada hal yang bermanfaat seperti siswa baru yang tidak kenal guru jadi kenal, yang tidak pintar jadi pintar, yang malas jadi rajin.

Bagi siswa yg tidak pakai masker ataupun lupa tidak dikenakan sanksi, hanya diberi bimbingan dan nasehat, tidak ada satupun siswa yang sakit selama Covid-19 karena mengikuti Prokes.

“Harapan kami mudah-mudahan adanya kepatuhan pada masyarakat mengikuti prokes khususnya warga sekolah, tetap ada proses belajar mengajar. Walaupun Covid-19 ini masih berlanjut pemerintah harus lakukan solusi yang paling ampuh agar sekolah tetap ada proses belajar,” demikian pungkasnya. (Sor)