KABAR BIREUEN-Sebagai upaya meningkatkan minat, keterampilan dan membentuk karakter siswa melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), sejumlah siswa SMPN 1 Bireuen melakukan prakter langsung pembuatan batu bata.

Kegiatan bekerjasama dengan LSM Balai Baca di Gampong Juli Paseh Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, berlangsung pada Sabtu, (12/12/2020).

Kepala SMPN 1 Bireuen, Ibrahim Harun S.Pd, MSM, menjelaskan, program GLS ini diikuti 55 siswa kelas 7 dan 8, mereka didamping masing-masing guru kelas.

Kegiatan ektra kulikuler ini dilakukan siswa, sebagai bentuk pelajaran, tentang cara pembuatan batu bata, dari proses awal hingga akhir

“Supaya siswa benar-benar mengerti dan memahami, tentang bagaimana cara membuat batu bata, maka mereka terjun langsung ikut melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh perajin batu bata,” ujar Ibrahim.

Dalam proses pembuatan dilokasi para siswa didamping langsung oleh penggiat LSM Balai Baca Desa Juli Paseh.

Program GLS ini, sebagai upaya sekolah untuk meningkatkan minat dan keterampilan, serta meningkat kualitas mutu peserta didik. Selain itu, sebagai sarana pendidikan membangun karakter diri dan lingkungan, jelas Kepala SMPN 1 Bireuen ini.

Sementara itu, Pendiri LSM Balai Baca, Rifqi Maulana, mengatakan, dengan adanya program ini, diharapkan siswa SMPN 1 Bireuen, mampu menyerap ilmu yang diperolehnya terkait tata cara pembuatan batu bata.

Dimana selama ini kita ketahui, kebanyakan siswa, hanya mengetahui batu bata itu adalah salah satu bahan untuk pembangunan fisik.

Namun, mereka belum mengerti, bagaimana cara pengelohan serta prosesnya sehingga menjadi batu batu yang dijual di pasaran, untuk diketahui, batu bata juga sebagai perekonomian bagi warga di sini.

“Dengan adanya program ini, kiranya dapat dijadikan pengalaman disamping pendidikan karakter bagi siswa,” harapnya. (Herman Suesilo).