KABAR BIREUEN – Sebanyak 267 santri baru tahun ajaran 2021-2022 mengikuti seleksi masuk Pesantren Modern Ummul Qura Indonesia, Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, di Komplek Pesantren setempat, Minggu (7/2/2021).

Menurut keterangan ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PPSB), Ustaz Fahmi Daryati, S.Hum kepada Kabar Bireuen, 267 calon santri yang mendaftar di Pesantren ini berasal dari berbagai kabupaten dalam provinsi Aceh dan juga dari luar daerah.

“Ada satu Santri luar daerah yang mendaftar berasal dari Kepulauan Riau,” kata Ustad Fahmi.

Dari jumlah peserta didik yang mendaftar, mereka akan mengisi 100 quota yang disediakan dengan formasi 60 untuk perempuan dan 40 laki laki.

Menyangkut materi tes, Ustaz Fahmi Daryati menyebutkan, calon santri di uji dengan tes tulis mengenai potensi akademik kemudian tulis atau imla’ AlQur’an dan tes baca Alqur’an serta wawancara.

Pada kesempatan lain, Direktur Pesantren, Dr.Dhiauddin, MA terkait terbatasnya penerimaan santri menjelaskan, kapasitas tiap tahun sejak 2018 tetap 100 orang sehingga dapat menjaga mutu dan sanggup mengontrol.

“Ini kita terapkan agar dapat mengimbangi mutu dan pelayanan kepada peserta didik,” ujar Direktur.

Untuk itu , beliau berharap mereka bisa bergabung dengan Ummul Qura dan jika tidak lewat saat pengumuman seleksi 10 Februari 2021 bukan karena tidak pinter tapi fasilitas yang kurang memadai.

“Kalau tidak lewat di sini, bukan karena mereka tidak pinter tapi fasiltas kurang memadai,” ungkap Dr. Dhiauddin.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Ummul Qura Indonesia, Dr.Saifullah, S.Ag,M.Pd yang ditemui media menuturkan, animo masyarakat mendaftar anaknya untuk mendapatkan pendidikan di Pesantren ini sangat tinggi, namun demikian dia berkomitmen lebih meningkatkan kualitas para santri.

“Untuk itu kami tetap menerima 100 orang tiap tahun ajaran,” ucap Abiya Doktor.

Pesantren Ahlussunnah waljamaah ini juga memiliki SMP Islam dengan kurikulum Nasional, serta belajar Tahfid,Kitab kuning dan bahasa asing.

“Tahun depan SMA Islam berbasis tahfiz dan kitab kuning akan kita buka,” sebut Dr. Saifullah.

Lebih lanjut Abiya mengatakan, tahun ajaran 2022- 2023 proses pendaftaran santri baru akan dilakukan dengan sistem online.

“Aplikasi pendaftaran online sudah siap dioperasikan,” tutup Dr.Saifullah yang juga menjabat Rektor Institut Agama Islam Almuslim ini. (Faisal Ali)