KABAR BIREUEN –  Dosen Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, berupa pelatihan program animasi (multimedia) secara daring, sejak 19 April hingga 29 Mei 2021.

Program tersebut memanfaatkan aplikasi virtual meeting Zoom dan Discord. Pelatihan ini diikuti pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Bireuen.

Menurut ketua tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat Fikom Umuslim, T. Rafli Abdilla, M.Sn, awalnya pelatihan ini dilaksanakan di Laboratorium Multimedia Umuslim. Namun, karena situasi semakin tingginya warga yang positif Covid-19, sekarang dialihkan pelatihannya secara daring.

“Walau pelatihannya dilaksanakan dengan sistem daring, tidak mengurangi semangat peserta untuk belajar. Bahkan dengan sistem ini, mereka lebih kreatif dan serius  mengikuti setiap materi yang disampaikan,” jelas T. Rafli Abdilla.

Menurut T. Rafli, tujuan kegiatan tersebut, untuk memberikan keterampilan kepada para pemuda, tentang bagaimana teknik desain grafis serta pembuatan animasi.

“Karena perkembangan teknologi internet harus bisa bermanfaat dengan kegiatan positif bagi pemuda. Mereka tidak lagi disibukkan dengan hal tidak bermanfaat, seperti duduk di warung kopi bermain game online hingga subuh, Jadi, pelatihan ini kita berikan keterampilan memanfaatkan teknologi,” ujar instruktur animasi tingkat nasional ini.

Hal yang sama juga disampakan salah satu anggota tim yang terlibat dalam kegiatan ini, Muslem R. Disebutkannya, terlebih lagi sekarang masa pandemi Covid-19. Jadi, harus ada sesuatu yang membuat mereka produktif. Bisa bermanfaat dan membuat mereka kreatif.

Selain T. Rafli Abdillah, pemateri pelatihan tersebut juga diisi oleh Abel Permata Widiyantoro, seorang freelancer dari Jawa Barat. Dua pemateri lagi yaitu Dedy Armiady, M.Kom dan Imam Muslem R, M.Kom.

Abel Permata Widiyantoro memberikan materi tentang bagaimana membuat desain grafis sesuai dengan ilmu seni desain dan teknik desain pembuatan animasi. Dia mengiharapkan, nantinya ilmu yang didapat dari pelatihan ini, bisa digunakan untuk mencari pekerjaan sampingan sebagai desain poster, flyer, spanduk dan lainnya.

Sementara Dedy Armiady menyampaikan, selama ini banyak hadir konten-konten animasi  diupload di situs Youtube.com yang memberikan penghasilan bagi konten kreator. Karenanya, para pemuda diharapkan bisa membangun channel Youtube sendiri, agar memiliki penghasilan tambahan dari internet.

Menurut informasi dari salah seorang panitia, Zulkifli, M.Kom, karena situasi dan kondisi, panitia membatasi peserta pelatihan tersebut. Tahap pertama diikuti 30 peserta. Mereka terdiri dari pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Bireuen. Mereka sangat antusias mengikutinya.

Menurut Zulkifli, panitia sempat kewalahan melayani membludaknya permintaan menjadi peserta. Namun, karena kondisi dan situasinya yang tidak memungkinkan menampung peserta dalam jumlah banyak, pelatihan tahap pertama ini dibatasi pesertanya.

“Karena banyaknya permintaan peserta yang tidak tertampung pada tahap pertama ini, dalam waktu dekat panitia akan membuka kembali pelatihan tersebut untuk tahap kedua,” jelas Zulkifli. (Rel)