KABAR BIREUEN– Ilhami Zalianty, pelajar SMA Negeri 2 Bireuen menjadi duta Provinsi Aceh mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) di Provinsi Papua selama sembilan hari, mulai 10-18 Agustus 2018.
Ilhami Zalianty, siswi kelahiran, 27 Mei 2002, kelas XI.MIA 1 itu merupakan anak yatim dari pasangan almarhum La Huma dan Tizalikha, warga Gampong Bireuen Meunasah Dayah, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen ini.
Dia terpilih menjadi duta Aceh, setelah menjadi yang terbaik pada seleksi di tingkat Kabupaten Bireuen dan Provinsi.
Di Provinsi Ilhami Zalianty bersama 69 siswa utusan dari 23 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Aceh mengikuti tahapan seleksi diantaranya, tes tertulis, wawancara, dan unjuk bakat.
Dari 69 siswa terpilih 26 siswa, termasuk Ilhami Zalianty dan tiga siswa penyandang disabilitas, mengikuti program SMN di Provinsi Papua.
Kepala SMAN 2 Bireuen, Hanafiah, S,Pd, M,A,P saat dikonfirmasi Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Senin pagi (13/8/2018) mengatakan, prestasi yang diraih anak didiknya itu, patut disyukuri, terpilinya Ilhami Zalianty dapat dijadikan barometer bagi siswa-siswa lainnya.
Selain itu, ini adalah adalah kado paling istimewa bagi Ilhami Zalianty pribadi dan warga sekolah umumnya di HUT RI ke-73 tahun ini.
Dimana Ilhami Zalianty salah satu dari ratusan anak didiknya di SMA Negeri 2 Bireuen, menjadi duta Provinsi Aceh dalam program ini.
Hanafiah mengharapkan, selama di Papua, Zalianty bisa menimba wawasan tentang kebhinekaan, mendapatkan banyak wawasan tentang sosial budaya Papua dan sosial masyarakat Papua serta dunia pendidikan di sana.
“Jaga nama baik daerah yang indetik dengan Syariat Islamnya, jaga kesehatan, shalat lima waktu dan selalu berdoa,” pinta Kepala SMAN 2 Bireuen ini.
SMN bagian dari program BUMN merupakan program pertukaran pelajar yang diselenggarakan di 34 Provinsi, bertujuan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air sejak dini kepada siswa.
Program ini diinisiasi oleh Kementerian BUMN sejak tahun 2015,diperuntukkan kepada pelajar berprestasi, namun berasal dari keluarga kurang mampu. (Herman Suesilo).









