Kakan Kemenag Bireuen Drs H Zulkifli Idris M Pd

KABAR BIREUEN-Terkait Proses Belajar Mengajar (PBM) Tatap Muka sekolah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen tetap mengikuti Instruksi Gubernur Aceh nomor 11/INSTR/2020. Sementara sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen pada Senin 13 Juli 2020 semua jenjang telah diaktifkan PBM Tatap Muka.

Amatan media ini pada Senin 13 Juli 2020, terlihat murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) sempat datang ke sekolahnya. Namun beberapa saat kemudian murid murid itu disuruh pulang oleh gurunya.

Sedangkan sekolah jenjang lain di bawah Kemenag Bireuen, seperti Madrasah Aliyah (MA) dan MTs mulai belajar tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan.

Selain sekolah di lingkungan Kemenag Kabupaten Bireuen, sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten setempat telah aktif kembali. Bukan saja SMA dan SLTP yang berlangsung dengan tatap muka, namun untuk jenjang SD pun sudah belajar di ruang kelas.

Kakan Kemenag Bireuen, Drs H Zulkifli Idris MPd yang dihubungi wartawan melalui sambungan telpon pada Senin petang (13/7/2020) mengaku murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) sempat datang pada pagi Senin (13/7/2020) namun anak anak itu dipulangkan karena sekolah di bawah Kemenag mengikuti Instruksi Gubernur Aceh.

Ditanya dengan proses belajar tatapmuka untuk jenjang MA dan MTs, disebutkan Kakankemenag Bireuen Drs H Zulkifli Idris MPd juga disesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tentang pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang ditandatangani 15 Juni 2020 dan Instruksi Gubernur Aceh nomor 11/ISNTR/2020.

“Sesuai SKB menteri dan Instruksi Gubernur Aceh, jenjang SLTA dan SLTP dibolehkan untuk ujicoba proses belajar mengajar tatapmuka. Sedangkan untuk MI paling cepat bulan September 2020. Maka murid sempat datang tadi pagi, kemudian kami suruh pulang dengan tetap belajar di rumah,” sebutnya.

Di lingkungan Kemenag Bireuen, sebut Zulkifli Idris, jumlah madrasah tingkat MI sebanyak 58 madrasah, yang terdiri dari negeri 55 dan swasta 3 unit.

Sementara Kadis P dan K Kabupaten Bireuen Drs M Nasir MPd yang ditanya Kabar Bireuen menyebutkan, saat ini sekolah telah dibuka mulai dari TK, SD, SMP, tapi sifatnya tidak memaksa.

“Bagi yang mau belajar di rumah melalui daring atau luring silakan. Belajar tatapmuka di sekolah juga boleh. Tergantung bagaimana keinginan orangtua, tetap kami anjurkan agar dilayani,” sebutnya.(Rizanur)

BAGIKAN