Muazzinah Yacob,B.Sc,MPA

KABAR BIREUEN– Ketika calon KIP Aceh Utara, Lhokseumawe dan Langsa gagal lulusnya kandidat perempuan, barulah banyak suara pembelaan muncul.

Dengan hasrat memenuhi kuota 30 persen dalam politik atau sektor publik atau tempat strategis.  dengan segala kapasitasnya manusia yang berjenis kelamin perempuan tersebut.

Hal itu dikatakan salah seorang tokoh perempuan asal Bireuen, Muazzinah Yacob,B.Sc,MPA dalam rilisnya yang diterima  Kabar Bireuen, Senin (11/6/2018).

Namun, katanya, dilema pembelaan terhadap perempuan yang terjadi bukan saja di Aceh tersebut tidaklah secara menyeluruh.

“Tapi hal itu hanya sesuai kemauan donor untuk penuhi kouta, atau karena kolega bahkan saudara. Karena itu, jangan sampai advokasi yang kita lakukan hanyalah kepentingan terselubung beberapa orang untuk menitipkan perempuan pada penyelenggara pemilu,” harap Muazzinah.

Ditambahknannya, selain itu, mekanisme kuota 30 persen juga jangan sampai menjadi ajang proses belas kasihan siapapun, yang pada dasarnya situasi kondisi sosial politik belum sepenuhnya memungkinkan partisipasi perempuan.

“Kita berharap semoga salah satu komisioner KIP Bireuen yang terpilih, semoga saja salah satu kandidat perempuan,” pungkas Muazzinah. (REL)

BAGIKAN