KABAR BIREUEN-Ketua Solidaritas Guru Muda Aceh (SiGMA), Alfian M.Pd meminta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen merecall (menarik) sarana sekolah untuk kegiatan ekstrakuler bila tak digunakan oleh pihak sekolah.

Banyak sekolah di Bireuen yang tak menggunakan sarana sekolah untuk kegiatan ekstrakulikuler, sehingga kreatifitas akademik dan non akademik siswa tidak berkembang dengan baik bahkan ada alat yang rusak pada penyimpanan.

“Oleh karena itu kami meminta kepada Disdikpora Bireuen mendorong sekolah untuk memamfaatkan sarana tersebut dengan baik atau merecall (menarik) alat- alat tersebut bila tidak digunakan supaya bisa dimanfaatkan oleh sekolah lain yang membutuhkan,” sebut Alfian kepada Kabar Bireuen, Senin (2/9/2019).

Dikatakannya, seharusnya, sekolah memanfaatkan sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien.

Hal ini seperti yang tertuang Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyangkut standar sarana dan prasarana pendidikan.

Sehingga sekolah bisa mengganggarkan anggaran sekolah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Disamping pemerintah Daerah melalui Disdikpora Bireuen sangat peduli untuk memenuhi fasilitas tersebut sehingga banyak bantuan yang diterima sekolah, seperti alat- alat olahraga, Drumband, alat kesenian maupun alat untuk kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

“Namun, sangat disayangkan justru banyak sekolah yang tak memanfaatkannya, karena itulah agar tak mubazir, alat tersebut ditarik saja dari sekolah yang tak menggunakannya dan diberikan kepada sekolah lain yang mau menggunakannya,” pungkas Alfian.(Ihkwati)

 

 

 

BAGIKAN