Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen Magang di Sekolah Rendah Malaysia

KABAR BIREUEN- Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen, Rizky Dadilva S.Pd,I, MA, mulai Rabu (20/2/2019) full magang di salah satu sekolah rendah (di Indonesia Sekolah Dasar) Tahfiz Ibnu Sina di Perak Malaysia.

Rizky Dasilva keoada Kabar Bireuen menyebutkan,  ada beberapa pelajaran penting yang akan  diaplikasikan di SDIT Muhammadiyah Bireuen-Aceh. Sehingga SDIT Muhammadiyah Bireuen punya mutu level standar internasional.

“Kenapa saya memilih sekolah rendah ini untuk belajar. Jawabannya, sekolah ini adalah sekolah swasta favorit kerajaan perak. Kemudian punya banyak kesamaan dengan SDIT Muhammadiyah Bireuen,” sebutnya.

Diantaranya, Program unggulan adalah Tahfiz, hadits, sekolah alam, memanah, dan lain-lain. Ini sekolah sunnah karena saya perhatikan dari pakaian dan penampilan gurunya.

Dikatakannya, di sekolah ini SPPnya lumayan mahal, 300RM Kalau dirupiahkan sejumlah Rp 1 juta lebih perbulan. Tapi bagi warga negara Malaysia ini tidak mahal. Gaji gurunya sekitar Rp 5jutaan lebih perbulan.

“Kata cek gu besarnya, Ya sekolah full day yang bermutu memang butuh pengorbanan. Kalau mau gratis sekolah punya kerajaan saja,” kata Rizky.

Rizky mencoba mengintip beberapa kelebihan sekolah ini. Diantaranya adalah, SD Tahfiz Ibnu Sina perak punya kurikulum pembelajaran Tahfiz yang jelas dan terukur.

Dilengkapi dengan modul 1 sampai dengan 6. Saya akan bawa pulang modul ini untuk kita terapkan di SDIT Muhammadiyah Bireuen.

Panggilan guru adalah muallim bagi bapak gurunya dan muallimah bagi ibu gurunya. Wow ini diatas level panggilan ustaz dan ustazah di sekolah kami. Seharusnya begitu supaya semua siswa menganggap bahwa gurunya bukan hanya guru mata pengetahuan tapi guru spiritualnya.

Mereka tidak melakukan pelajaran yang menoton, guru hanya ceramah-ceramah saja di dalam kelas. SD di Malaysia ini menerapkan pembelajaran yang fun dan sangat bersahabat dengan alam.

“SD Tahfiz Ibnu Sina, memiliki misi dan visi dakwah. Bagi gurunya mengajar bagi kami adalah dakwah kami untuk agama. Maka guru dibekali dengan tarbiyah rutin sehingga mantap Aqidah, Ibadah dan akhlaknya,” ungkap Rizky.

Pembelajaran wajib kurikulum nasional seperti matematika, Pengetahuan alam dan sebagainya menggunakan bahasa Inggris. Sejak dini mereka sudah terbiasa berbahasa dan menulis Inggris. Karena buku tematiknya atau buku paketnya menggunakan bahasa Inggris. Beda dengan kita yaitu menggunakan bahasa Indonesia.

Siswa saat makan siang, semuanya makan secara berjamaah. Ini akan mempererat silaturahmi bagi siswa dan guru.

“Masih banyak yang akan saya pelajari disini. Kita di Indonesia Khususnya Di Aceh harus sadar bahwa kualitas pendidikan Malaysia sekarang di atas kita. Saya tidak malu belajar disini dalam beberapa hari ini. Lebih malu lagi saat kita merasa bahwa sekolah kita hebat padahal tidak apa-apanya dibandingkan dengan sekolah Islam di berbagai negara di ASIA,” pungkasnya. (Ihkwati)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pemkab Bireuen Gelar Apel Kebangsaan, Satukan Semua Elemen Masyarakat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bireuen, melaksanakan Apel Kebangsaan Indonesia Damai Kabupaten Bireuen 2026. Kegiatan...

Pemegang Saham Pengendali Pimpin RUPSLB Bank Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Aceh Syariah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara hybrid di Pendopo Gubernur Aceh, Rabu...

Unjuk Kemampuan di Ajang MTQ IX Geulumpang Payong, Mahasiswi UNIKI Raih Juara III Kategori...

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa – Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Asfia Zikra, meraih Juara III Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)...

Summer Course Umuslim-NGU Jepang Berakhir, Persahabatan Lintas Budaya Jadi Kenangan

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Program Summer Course 2026 Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan bersama Nagoya Gakuin University (NGU), Jepang, resmi berakhir. Tak sekadar menjadi program...

Fakultas Teknik Umuslim dan SAPPK ITB Berkolaborasi, Bahas Strategi Hadapi Ancaman Banjir Bandang di...

0
KABAR BIREUEN, Bandung – Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) memperkuat kerja sama akademik dengan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung...

KABAR POPULER

Tolak Di-RJ-kan dengan Anderson, Ilham Sakubat Minta Proses Hukum Dilanjutkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Upaya penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) dalam kasus dugaan penghinaan terhadap wartawan antara korban, M Ilham bin Sakubat,...

Pemkab Bireuen Gelar Apel Kebangsaan, Satukan Semua Elemen Masyarakat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bireuen, melaksanakan Apel Kebangsaan Indonesia Damai Kabupaten Bireuen 2026. Kegiatan...

83 Sumur Minyak Masyarakat di Bireuen Diverifikasi, Bupati Mukhlis Dorong Legalitas Tanpa Matikan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 83 sumur minyak masyarakat di Kabupaten Bireuen mulai diverifikasi secara faktual oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Badan Pengelola Migas...

Temui Mensos, Pemkab Bireuen Minta Kepastian Jadup bagi Masyarakat Terdampak Bencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen– Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Bireuen terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI untuk memastikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen...

Pastikan Kesiapan Personel Cegah dan Tangani Karhutla, Polres Bireuen Gelar Apel Pasukan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Guna pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kepolisian Resor (Polres) Bireuen, menggelar Apel Pasukan Pencegahan Bencana 2026. Apel dipimpin langsung...