Kamis, 25 Juni 2026

Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen Magang di Sekolah Rendah Malaysia

KABAR BIREUEN- Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen, Rizky Dadilva S.Pd,I, MA, mulai Rabu (20/2/2019) full magang di salah satu sekolah rendah (di Indonesia Sekolah Dasar) Tahfiz Ibnu Sina di Perak Malaysia.

Rizky Dasilva keoada Kabar Bireuen menyebutkan,  ada beberapa pelajaran penting yang akan  diaplikasikan di SDIT Muhammadiyah Bireuen-Aceh. Sehingga SDIT Muhammadiyah Bireuen punya mutu level standar internasional.

“Kenapa saya memilih sekolah rendah ini untuk belajar. Jawabannya, sekolah ini adalah sekolah swasta favorit kerajaan perak. Kemudian punya banyak kesamaan dengan SDIT Muhammadiyah Bireuen,” sebutnya.

Diantaranya, Program unggulan adalah Tahfiz, hadits, sekolah alam, memanah, dan lain-lain. Ini sekolah sunnah karena saya perhatikan dari pakaian dan penampilan gurunya.

Dikatakannya, di sekolah ini SPPnya lumayan mahal, 300RM Kalau dirupiahkan sejumlah Rp 1 juta lebih perbulan. Tapi bagi warga negara Malaysia ini tidak mahal. Gaji gurunya sekitar Rp 5jutaan lebih perbulan.

“Kata cek gu besarnya, Ya sekolah full day yang bermutu memang butuh pengorbanan. Kalau mau gratis sekolah punya kerajaan saja,” kata Rizky.

Rizky mencoba mengintip beberapa kelebihan sekolah ini. Diantaranya adalah, SD Tahfiz Ibnu Sina perak punya kurikulum pembelajaran Tahfiz yang jelas dan terukur.

Dilengkapi dengan modul 1 sampai dengan 6. Saya akan bawa pulang modul ini untuk kita terapkan di SDIT Muhammadiyah Bireuen.

Panggilan guru adalah muallim bagi bapak gurunya dan muallimah bagi ibu gurunya. Wow ini diatas level panggilan ustaz dan ustazah di sekolah kami. Seharusnya begitu supaya semua siswa menganggap bahwa gurunya bukan hanya guru mata pengetahuan tapi guru spiritualnya.

Mereka tidak melakukan pelajaran yang menoton, guru hanya ceramah-ceramah saja di dalam kelas. SD di Malaysia ini menerapkan pembelajaran yang fun dan sangat bersahabat dengan alam.

“SD Tahfiz Ibnu Sina, memiliki misi dan visi dakwah. Bagi gurunya mengajar bagi kami adalah dakwah kami untuk agama. Maka guru dibekali dengan tarbiyah rutin sehingga mantap Aqidah, Ibadah dan akhlaknya,” ungkap Rizky.

Pembelajaran wajib kurikulum nasional seperti matematika, Pengetahuan alam dan sebagainya menggunakan bahasa Inggris. Sejak dini mereka sudah terbiasa berbahasa dan menulis Inggris. Karena buku tematiknya atau buku paketnya menggunakan bahasa Inggris. Beda dengan kita yaitu menggunakan bahasa Indonesia.

Siswa saat makan siang, semuanya makan secara berjamaah. Ini akan mempererat silaturahmi bagi siswa dan guru.

“Masih banyak yang akan saya pelajari disini. Kita di Indonesia Khususnya Di Aceh harus sadar bahwa kualitas pendidikan Malaysia sekarang di atas kita. Saya tidak malu belajar disini dalam beberapa hari ini. Lebih malu lagi saat kita merasa bahwa sekolah kita hebat padahal tidak apa-apanya dibandingkan dengan sekolah Islam di berbagai negara di ASIA,” pungkasnya. (Ihkwati)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Gubernur Aceh Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melantik Dr Misran Fuadi, S Ag, MAP sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh dalam sebuah...

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolsek Jangka Bagikan Paket Sembako untuk Masyarakat

0
KABAR BIREUEN, Jangka – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026, jajaran Polsek Jangka, Kabupaten Bireuen, menyalurkan bantuan sosial berupa paket...

Respons Aspirasi Masyarakat Saat Reses, Yah Fud Salurkan 13 Becak Barang Bermotor untuk Warga...

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang – Aspirasi masyarakat yang disampaikan saat masa reses berbuah nyata. Wakil Ketua I DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad atau yang...

Gadai Emas Naik 100 Persen, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

0
KABAR BIREUEN, Jakarta – Memasuki pertengahan tahun, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat seiring berbagai keperluan, salah satunya biaya pendidikan menjelang tahun ajaran baru. Kondisi tersebut...

227 Mahasiswa Fikom Umuslim Jalani OJT, Puluhan Ditempatkan di Sumut dan Jawa

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan kembali memperluas jejaring pembelajaran berbasis industri. Pada tahun 2026, puluhan mahasiswa akan...

KABAR POPULER

Digelar, Evaluasi Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pemerintahan Gampong

0
KABAR BIREUEN, Bireuen, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Bagian Hukum Setdakab Bireuen menggelar Evaluasi Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pemerintahan...

Bupati Bireuen Serahkan Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan Rp267 Juta, Anak Pekerja Meninggal Dapat Beasiswa...

0
KABAR BIREUEN, Juli – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan senilai total Rp267 juta kepada ahli waris...

Cegah Penyimpangan, Pengurus Koperasi Desa Merah Putih di Bireuen Dilatih Kelola Usaha Secara Transparan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Sebanyak 200 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bireuen mengikuti pelatihan tata kelola dan manajemen koperasi yang digelar Dinas Perdagangan,...

Berbekal Dukungan Dermawan Lokal, PSSB Bireuen U-12 Siap Berlaga di Piala Presiden Regional Aceh

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Tim PSSB Bireuen U-12 mendapat suntikan dukungan menjelang tampil pada Turnamen Sepak Bola Piala Presiden Regional Aceh yang digelar Asosiasi...

Respons Aspirasi Masyarakat Saat Reses, Yah Fud Salurkan 13 Becak Barang Bermotor untuk Warga...

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang – Aspirasi masyarakat yang disampaikan saat masa reses berbuah nyata. Wakil Ketua I DPRA, Ir. H. Saifuddin Muhammad atau yang...