KABARBIREUEN – SD negeri 28 Peusangan menggelar lomba lukis tong sampah. Acara ini digelar untuk mengingatkan anak didik menjaga kebersihan dari tercecernya sampah plastik dari bungkus jajanan yang tiap hari dibuang di lingkungan sekolah.
Lomba ini juga untuk mengkampanyekan Program Sekolah yaitu Progran LISA (Lihat Sampah Ambil).
Program yang sudah berjalan selama satu tahun ini diharapkan menjadi salah satu indikator siswa tidak membuang sampah sembarangan dan mengutip sampah yang mereka temui di sekolah.
“Seringkali kami melihat anak-anak masih main lempar sampah sembarangan, padahal di sekolah sudah tersedia tong sampah. Maka kami pikir butuh stimulus agar anak-anak mau membuang sampah secara dekat agar tidak tercecer di luar tong sampah,” kata Idawati, S.Pd, guru yang ikut mejadi salah satu panitia kepada Kabar Bireuen disela sela kegiatan lomba melukis tong sampah , Selasa (26/3/2019).
Idawati menjelaskan diadakannya lomba lukis tong sampah disamping bertujuan mendidik anak didiknya sadar lingkungan, keberadaan tong sampah yang berwarna-warni dengan tekstur lukisan yang indah juga bisa memperindah lingkungan sekolah.
“Sadar kebersihan itu yang utama, tapi keindahan juga penting diciptakan dalam lingkungan sekolah,” jelasnya.
Dari kegiatan itu, dia berharap, dengan melihat tong sampah yang dilukis dengan indah bisa membantu daya tarik anak untuk tidak merasa jijik dan mau membuang sampah secara dekat.
Karena selama ini hanya beberapa anak yang membuang sampah tepat ke lobang tong sampah, selebihnya main lempar dari jarak jauh yang akhirnya tidak tepat sasaran dan tercecer di bawah tong sampah.
“Disamping lingkungan sekolah terlihat indah tidak kumuh oleh tong sampah yang kotor, anak-anak tidak merasa risih untuk mendekati tong sampah,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Alfian, M.Pd menyatakan, kegiatan lomba ini untuk mendukung program ‘LISA’. kebersihan menjadi sangat penting di sekolah karena mengingat halamam sekolah kami yang sempit membuat satu sampah saja menjadi akan sangat terlihat.
“Kalau sekolah nyaman dan bersih tentu akan berdampak signifikan terhadap semangat belajar siswa”, tutup Alfian yang juga ketua organisasi Guru SiGMA Aceh itu. (Ihkwati)











