Selasa, 30 Juni 2026

Kadis Perhubungan Bireuen: Pembuatan Marka di Jalan Makmur Sebagai Fasilitas Keselamatan

KABAR BIREUEN-Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen, Mulyadi SE menyebutkan, tidak ada aturan jalan jelek ataupun tidak untuk membuat marka, karena marka jalan adalah fasilitas keselamatan.

Lagipula, penerangan di sepanjang jalan tersebut kurang, sehingga perlu adanya marka, dimana jika tersorot lampu, marka itu akan memantul cahayanya. Sehingga pengendara bisa melihat pembatas jalan dan tak berselisih.

Penegasan itu disampaikanya kepada Kabar Bireuen, Selasa (19/3/2019) di runag kerjanya, menanggapi tertawaan dan tanda tanya masyarakat terkait pengecatan jalan atau pembuatan marka di jalan berlubang dan rusak di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.

Disebutkan Mulaydi, tugas Dinas Perhubungan salah satunya adalah menyediakan fasilitas keselamatan, diantaranya marka jalan.

“Kita tidak cat di jalan berlubang, diselang baru dicat lagi. Dibuat disitu karena layak dan merupakan  Jalan Kabupaten. lagi pula di sepanjang jalan tersebut minim bahkan tak ada penerangan. Dengan adanya marka jalan sangat bermafaat bagi pengendara. Marka ini  bukan cat biasa, tapi bisa memantulkan cahaya sehingga bila tersorot lampu terlihat jelas. jalanannya,” ungkapnya.

Mulaydi mengakui, pembuatan marka jalan yang meliputi tiga kecamatan yaitu Makmur, Kutablang dan Gandapura menghabiskan anggaran Rp 150 juta dari APBK 2019, merupakan aspirasi salah seorang anggota DPRK Bireuen dari Dapil tersebut.

“Manfaat marka sangat besar, terutama saat hujan  lebat, akibat kurang penerangan, maka bisa tampak pembatas jalan karena ada pantulan dari marka,” katanya.

Dia memahami jika masyarakat bereaksi atas pembuatan atau pengecatan marka jalan tersebut. Hal itu karena selama ini masyarakat tidak tahu atau  kurang faham apa manfaat fasilitas keselamatan, seperti marka tersebut.

Pihaknya, sebut Mulyadi, juga pernah membuat marka jalandi Samalanga, yaitu jalan menuju ke Mudi Mesra. Jalan tersebut juga bukan jalan baru, tapi jalan lama, namun tetap dibuatkan marka.

“Sekali lagi saya tegaskan, pembuatan marka jalan adalah untuk fasilitas keselamatan, jadi tak ada aturan harus dibuat di jalan atau atau lama, jalan jelek atau tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Kabar Bireuen, pengecatan marka jalan utama Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, dari Simpang Leubu – Ulee Gle sepanjang 7,5 Kilometer, Minggu (17/3/2019) mengundang tertawaan warga.

Sejumlah warga yang melihat pengerjaan tersebut merasa heran dengan kinerja pemerintah sekarang.

Kondisi ini, membuat warga Makmur merasa kecewa karena kebutuhan prioritas terhadap penambalan lubang yang bertaburan dijalan tidak dilakukan.

“Biasanya jalan baru yang di cat marka, inikan buang – buang anggaran, sangat lucu tekhem teuh,” cetus Ahmad Buloh.

Tampak petugas ketika sampai diposisi jalan rusak, pengecatan ditiadakan. (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Aksi Donor Darah Mahasiswa Arsitektur Umuslim, Terkumpul 40 Kantong

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMARU) Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) berhasil mengumpulkan 40 kantong darah dalam kegiatan donor darah bertajuk "Arsitektur...

Polda Aceh Ungkap 334 Kasus Curat, Curas dan Curanmor dalam Kurun Waktu Enam Bulan

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh melalui Ditreskrimum dan Ditreskrimsus memaparkan hasil pengungkapan berbagai tindak pidana, mulai dari kasus pencurian dengan pemberatan (curat),...

Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen Tampil Memukau di GEMES IX Medan, Raih Penghargaan dari Panitia

0
KABAR BIREUEN, Medan – Penampilan Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung pada ajang Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 di...

227 Mahasiswa Fikom Umuslim Mulai Kerja Praktik di 84 Instansi hingga Pulau Jawa

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 227 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, resmi diberangkatkan untuk mengikuti program kerja praktik (KP)...

BSI Apresiasi Penempatan Saldo Anggaran Lebih, Perkuat Pembiayaan Produktif untuk Dorong Ekonomi Rakyat

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengapresiasi kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di...

KABAR POPULER

227 Mahasiswa Fikom Umuslim Mulai Kerja Praktik di 84 Instansi hingga Pulau Jawa

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 227 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, resmi diberangkatkan untuk mengikuti program kerja praktik (KP)...

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, BPMA – PT Aceh Energy dan Pemkab Bireuen Gelar Khitan Ceria...

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Aceh Energy bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melaksanakan program kesehatan reproduksi berupa...

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen Tampil Memukau di GEMES IX Medan, Raih Penghargaan dari Panitia

0
KABAR BIREUEN, Medan – Penampilan Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung pada ajang Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 di...