KABAR BIREUEN – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (K2MI) Kabupaten Bireuen berupaya meningkatkan mutu guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) melalui sebuah workshop yang bertema Optimalkan KKG dan MGMP untuk Meningatkan Kompetensi Guru Madrasah.

Acara ini berlangsung di MIN 50 Bireuen, dibuka oleh kepala kantor kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Zulkifli Idris MPd pada Senin (14/9/2020) pagi.

Ketua K2MI Kabupaten Bireuen, Sardani SPd dalam laporannya menyebutkan, peserta berjumlah 80 orang yang berasal dari semua MI yang ada di Bireuen.

“Anggaran Kegiatan ini berasal dari dana mandiri dari peserta masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, kepada peserta diharapkan agar menerapkan protokol kesehatan selama mengikuti workshop.

“Untuk kedepan kami cuma memberikan arahan kepada pengurus KKG untuk meneruskan kegiatan seperti ini, mudah mudahan terus berlanjut dengan mengikuti aturan yang berlaku,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala kantor kemenag Bireuen Zulkifli Idris MPd dalam arahannya ia mengingatkan peserta untuk benar-benar mengikuti workshop sampai selesai.

Ia mengatakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan terlebih dahulu meningkatkan kualitas guru. Apresiasi untuk pengurus K2MI juga diutarakanya dihadapan peserta dan para undangan yang hadir, diantaranya kasie pendidikan madrasah kantor kemenag Bireuen, Azhary MPd.

“Jadilah guru yang modif. Moderat, inovatif dan inspiratif, guru yang selalu menghargai dan mengakomudir, serta mengarahkan sikap dan pandangan siswa, teman guru, dan rekan kerjanya, untuk selalu berada di antara sikap dan pandangan yang ekstrim,” katanya.

Ia melanjutkan, guru yang inspiratif adalah guru yang bisa menjadi teladan, panutan dan inspirasi bagi siswa dan teman guru lainnya, terutama dalam mengembangkan proses pembelajaran.

Workshop pembelajaran berbasis IT dimasa pandemi Covid-19 diisi oleh tiga pemateri dari tim kelompok kerja pengawas madrasah Propinsi Aceh, Drs Nopia Dorsain, Jahallim Solin, S.Ag.MA dan Julham Iskandar Muda,S.Pd.M.Pd. (Najib Zakaria)

BAGIKAN