KABAR BIREUEN – Kabupaten Bireuen ini milik bersama seluruh masyarakat Bireuen. Karena itu, pembangunan Bireuen harus dinikmati oleh seluruh masyarakat dari semua kalangan sampai ke masyarakat bawah.

Sebab, saat pembentukan Bireuen, 70 persen dananya berasal dari sumbangan masyarakat, dari setiap gampong mulai dari Samalanga sampai Gandapura.

Hal itu diungkapkan salah seorang tokoh pendiri Kabupaten Bireuen, H. Subarni A. Gani, dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bireuen ke-20 di gedung dewan setempat, Sabtu (12/10/2019).

Dikisahkannya, dulu di kepanitiaan pembentukan Kabupaten Bireuen dia yang menjadi bagian keuangan, yang datang langsung ke kecamatan-kecamatan menjumpai keuchik minta sumbangan.

“Jadi 70 persen masyarakat dari setiap kampung, dan 30 persen dari pengusaha. Tidak ada pengusaha yang mutlak memberi sumbangan,” tegas pengusaha yang akrab disapa Haji Subar ini.

Karena itu, katanya, keberadaan pemerintah harus hadir dan dinikmati oleh seluruh masyarakat. Kalau tidak, maka tak ada gunanya kabupaten ini berdiri.

Oleh sebab itu, sebut Haji Subar, ketersediaan air saat musim tanam harus dinikmati oleh petani. Begitu juga dengan petani tambak, harus diperhatikan dan bisa menikmati pembangunan Kabupaten Bireuen.

Dia juga menyinggung tentang pengusaha yang tak dapat kerja di kabupaten sendiri.

“Hal sangat ganjil, bila pengusaha Kabupaten Bireuen tidak dapat kerja untuk Kabupaten yang telah lahir ini. Padahal, dulu kontraktor Bireuen bekerja melakukan pembangunan di Aceh Utara. Pengusaha Bireuen yang mengerjakannya, PT Arun, PT PIM,” sebut Haji Subar yang saat itu juga sebagai kontraktor.

Dia juga meminta supaya tahun depan pada paripurna peringatan HUT Bireuen tak ada lagi kata sambutan dari panitia kabupaten, karena panitia sudah bubar setelah kabupaten terbentuk.

Jadi sambutannya nanti dari dari tokoh masyaraka, mulai dari Samalanga sampai Gandapura, agar rasa bersatu lebih kental dan tidak ada yang ditonjolkan

“Pak bupati mohon setahun sekali kumpulkan tokoh masyarakat, ulama dari Samalanga sampai Gandapura, untuk duduk bersama Bupati, dewan serta pejabat SKPK, mendengarkan ide-ide,” harapnya.

Karena, sebutnya, sebodoh-bodohnya orang, pasti ada ide untuk disampaikan. Siapa tahu ide itu bagus demi kemajuan Bireuen.

“Beek sang-sang kabupaten nyoe ata bupati sagai. Bireuen ini milik kita semua, milik masyarakat,” sebutnya yang disambut tepuk tangan para hadirin. (Ihkwati)

BAGIKAN