KABAR BIREUEN– Beberapa kasus guru yang dilaporkan oleh wali murid akhir-akhir ini harus mendapat perhatian khusus dari semua pihak.

Dalam amanah UU Nomor 14 tahun 2005 Pasal 39 ayat 1 tentang Guru dan Dosen dikatakan bahwa “Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas”.

Hal ini merupakan salah satu fokus diskusi dalam acara yang dilaksanakan Solidalitas Guru Muda Aceh ( SiGMA ) dengan Tema ” Potret Pendidikan Bireuen antara harapan dan Kenyataan”.

Kegiatan dalam Bentuk FGD ( Focus Group Disccusion) ini dilaksanakan pada Jumat (17/1/2020) di salah satu kafe di Bireuen yang didukung  Bank Aceh Cabang Bireuen.

Ketua Panitia Iskandar S.Pd mengatakan, kegiatan ini akan melahirkan beberapa rekomendasi yang akan diteruskan kapada pemangku kepentingan dan juga pihak yudikatif Kabupaten Bireuen.

“FGD ini mengunakan metode ‚Äúdiskusi terfokus” yang didalam pelaksanaan FGD dengan tehnik moderator focus group, moderator memastikan satu sesi berlangsung lancar dengan topik yang dibahas,” jelas Iskandar.

Sementara Itu Ketua SiGMA Alfian, M.Pd menyebutkan, kegiatan seperti ini penting dilakukan untuk menampung aspirasi guru, kepala sekolah dan tenaga pendidikan di sekolah.

“Diantaranya permasalahan dalam proses belajar mengajar, peningkatan kompetensi guru baik guru kelas, bidang studi, guru Agama, laporan keuangan sekolah dan peningkatan kesejahteraan guru, terutama guru non PNS pada sekolah yang kekurangan guru,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, SiGMA juga mengapresisasi beberapa program dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen yang telah berhasil dilaksanakan, diantaranya program literasi sekolah, program One day one ayat dan beberapa event Nasional yang mendapatkan juara.(REL)

BAGIKAN