KABAR BIREUEN- 400san tenaga honorer di Rumah Sakit Umum dr Fauziah Bireuen (RSUD) melakukan aksi demo terkait belum dibayarnya uang jerih atau honororium kontrak mereka selama ini, Kamis (2/1/2020) di rumah sakit setempat.
Ironisnya, justru enam tenaga kontrak honornya dibayarkan oleh pihak Pemkab Bireuen Rp 550.00 perbulan, yang dibayarkan sebanyak Rp5.500.000. Total pembayaran untuk 6 orang tersebut Rp 33 juta.
Hal itulah yang memicu pendemo untuk memprotes dan mempertanyakan ketidakadilan tersebut kepada manajemen rumah sakit plat merah tersebut.
Salah seorang perawat yang mengikuti aksi demo kepada Kabar Bireuen menyebutkan, pihaknya suda lama bersabar akan kejelasaan honor mereka selama ini.
“Honor kontrak ratusan tenaga medis belum dibayar pihak BLU, tapi anehnya kenapa honor enam tenaga kontrak malah dibayar. Ini kan tidak adil. Apa karena mereka punya link atau dari keluarga pejabat,” tanya petugas medis perempuan tersebut kesal.
Dikatakannya, dulu pihaknya masih menerima honor Rp 250 ribu perbulan, tapi sejak 2018 sudah tidak dibayarkan lagi atau dihapus. Tapi justru enam orang itu masih menerima uang honor kontrak dari Pemkab Bireuen.
Pihaknya sudah melakukan audiensi dengan Direktur RSUD dr Fauziah, dr Mukhtar MARS Bireuen, namun tak ada titik temu dan solusi.
Karena itu, mereka memutusakan menemui Sekda Bireuen di Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen di kawasan Cot Gapu.
Ratusan tenaga honor itupun long march dengan berjalan kaki sepanjang 3 kilometer dikawal petugas dari kepolisian.
Akibat demo ratusan tenaga honorer tersebut, pelayanan di RSUD dr Fauziah Bireuen terganggu. (Ihkwati)










