KABAR BIREUEN – Pertandingan cabang sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Aceh XV di Aceh Tengah, antara Tim Kabupaten Bireuen vs Aceh Tenggara, diwarnai kericuhan. Sempat terjadi adu jotos antar pemain kedua kesebelasan.
Pertandingan Grup A itu, berlangsung di Lapangan Simpang Kelaping, Pegasing, Takengon, Sabtu pagi (5/5/2018). Pertandingan ini dimenangkan Tim Kabupaten Bireuen dengan skor 2-1.
Akibat peristiwa tersebut, empat pemain Bireuen mengalami cedera. Satu diantaranya, Syuhada Aulia (foto), terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Detu Beru Takengon. Dia harus mendapatkan perawatan intensif, akibat bulan-bulanan pemain lawan.
Selain itu, pelatih sepak bola Popda Kabupaten Bireuen, Darmawan, juga diganjar kartu merah oleh wasit yang memimpin pertandingan tersebut.
Darmawan yang dihubungi Kabar Bireuen melalui telepon selulernya, menjelaskan, kejadian tersebut karena pemain lawan tidak bermain secara fair play. Mereka bermain brutal, ditambah lagi dengan buruknya kepemimpinan wasit.
Seharusnya, kata dia, wasit yang ditugaskan memimpin pertandingan di Popda ini, benar-benar mampu tampil dengan baik, adil dan menjunjung tinggi fair play dan sportivitas.
“Menjunjung tinggi fair play dan sportivitas, bukan hanya dituntut kepada pemain saja. Tapi, hal tersebut juga berlaku bagi pengadil pertandingan. Sehingga, tidak merugikan tim sebelah pihak saat bertanding. Hal inilah yang memicu kericuhan antar pemain,” jelas Darmawan.
Terkait diganjarnya kartu merah terhadap dirinya, Darmawan juga merasa heran. Padahal, dia mengaku, tidak melakukan tindakan apapun.
Seharusnya, menurut Darmawan, Popda ini bisa dijadikan ajang silaturahmi antar pemain. Bukan sebaliknya, malah jadi arena medan perkelahian. Akibatnya, olahraga tidak lagi jadi pemersatu dan bukan ajang pembinaan atlet. Sudah menjadi pemecah belah antar atlet.
“Sangat disesali, cabang sepak bola Popda tahun ini, tidak lagi menjunjung tinggi fair play dan sportivitas,” sesal Darmawan. (Herman Suesilo)











