KABAR BIREUEN – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen melalui Bidang Pembinaan SMP melaksanakan pelatihan Metodologi dan Strategi Pembelajaran bagi guru SMP se-Kabupaten Bireuen.

Kegiatan dengan tema “Efektifitas Penggunaan Metode Pembelajaran Bahan Ajar dan Teknologi Digital sebagai Strategi Dalam Implementasi Pembelajaran Abad-21” dibuka oleh Kadisdikpora Bireuen, Drs. M. Nasir, M.Pd  di aula kantor setempat, Selasa (3/9/2019) pagi.

Dalam arahannya M. Nasir mengatakan, penggunaan teknologi komputer diyakini dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa.

Untuk itu, guru harus menguasai teknologi komputer untuk peningkatan hasil dan motivasi belajar siswa secara langsung, ini merupakan indikator efektifitas dan efesiensi pelaksanaan pembelajaran.

Oleh karena itu pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh guru.

M Nasir mengharapkan, pembaruan strategi, metode atau model, dan teknik pembelajaran dapat meningkatkan kualitas peserta didik serta hasil belajar yang optimal.

“Seorang guru harus mempunyai suatu strategi pembelajaran, metode atau model, dan teknik agar materi yang disampaikan dapat diserap serta dipahami oleh siswanya,” kata M. Nasir.

Sebelumnya Kabid Pembelajaran SMP, Zamzami S.Pd, M.Pd melaporkan, kegiatan ini berlangsung selama 24 hari (3-24/9/2019) diikuti guru SMP mata pelajaran (mapel), Matimatika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris PJOK, Kesenian dan Agama.

“Pelatihan setiap mapel dilaksanakan selama tiga hari diikuti 80 orang guru SMP se Kabupaten Bireuen,” jelas Zamzami.

Zamzami menyebutkan, narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan ini, sebanyak 24 orang, yaitu Mapel Kesenian berjumlah 3 orang berasal dari Jogjakarta, Mapel Agama 3 orang dari UIN Banda Aceh.

Kemudian narasumber mapel Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris PJOK, berjumlah 18 orang dari Universitas Negeri Medan (Unimed).

“Dengan pelatihan ini, diharapkan kepada guru-guru peserta, nantinya dalam proses pelaksanaan pembelajaran di sekolah masing-masing, ada perubahan ke arah yang lebih baik, terutama sekali di kelas,” harap Zamzami. (Herman Suesilo)

BAGIKAN