KABAR BIREUEN-Jelang aktif kembali proses belajar tatap muka direncakana akan dimulai Senin, 13 Juli 2020, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Bireuen melalui Bidang Pembinaan SD melakukan simulasi protokol kesehatan dan pembelajaran di kelas dengan situasi New Normal.

Kegiatan simulasi penerapan protokol kesehatan dan pembelajaran di kelas tingkat Sekolah Dasar ini, berlangsung di SDN 4 Bireuen, Jumat (10/7/2020) pagi.

SDN 4 Bireuen dijadikan Sekolah percontohan dalam penerapan protokol kesehatan setelah diberlakukan era new normal oleh pemerintah pada masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas P dan K, Drs M Nasir M.Pd melalui Kabid Pembinaan SD Dinas P dan K Bireuen, Alfian M.Pd kepada Kabar Bireuen mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk mengedukasi dan memastikan seluruh warga sekolah baik kepala sekolah, guru, karyawan sekolah dan murid memahami protokol kesehatan di sekolah.

Dimana nantinya, seluruh warga sekolah benar-benar mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan serta SOP pendidikan sesuai dengan yang diharapkan.

Selain itu, simulasi dilakukan untuk mengetahui kesiapan sekolah dalam menerapkan new normal, baik dari tenaga pendidik, peserta didik, karyawan sekolah hingga sarana dan prasana yang ada.

Hal itu untuk memastikan jika pembelajaran disekolah telah dilakukan dengan protokol kesehatan yang benar.

Diharapkan, setiap sekolah menyiapkan petugas khusus untuk
pengecekan suhu tubuh, serta mengarahkan wajib mengenakan masker, mencuci tangan pakai sabun saat akan masuk kelas dan saat pulang serta menghindari kerumunan.

“Pihak sekolah harus berperan aktif mengontrol protokol kesehatan di sekolah, agar anak-anak bisa terhindar covid 19 dan proses belajar tatap muka berjalan dengan baik dan lancar,” kata Kabid Pembinaan SD ini.

Sementara itu, Kepala SDN 4 Bireuen, Bati Ibo Hariyati S. Pd didamping Pengawas Binaan SDN 4 Bireuen Adnan Syah S. Pd, menjelaskan, pihak sekolah mulai menyiapkan diri untuk menyambut tahun ajaran baru dengan proses belajar tatap muka.

Dijelaskan, ada ketentuan yang bakal diterapkan oleh pihak sekolah dalam belajar tatap muka. Dari 420 murid baik yang masuk sekolah pagi dan sore, dibagi 2 shift mereka belajar tatap muka setengah minggu, 3 hari secara bergantian.

Setiap belajar tatap muka, jam belajar dipersingkat, per-mata pelajaran selama 20 menit.

Selain itu, sesudah siap sekolah, anak-anak langsung pulang dan tidak di benarkan bermain-main di sekolah, begitu juga dengan orang tua, tidak dibolehkan berkumpul di areal sekolah.

“Dalam kelas kami mengatur kursi dengan jarak satu meter antara satu kursi dengan kusri lainnya, ” jelas Kepala SDN 4 Bireuen ini. (Herman Suesilo).

BAGIKAN