Cek Gu Patani Belajar Pendidikan Aceh

KABAR BIREUEN – ACSTF kembali memfasilitasi kedatangan rombongan Institute of Teacher For Peace dari Patani ke Aceh, 24-28 April 2018 yang berjumlah 44 orang.

Rangkaian kegiatan selama di Aceh adalah mengadakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Aceh, Majelis Pendidikan Daerah Aceh, FKIP Unsyiah, UIN Ar-Raniry, Pesantren Oemar Diyan, serta Dayah Krueng Kale. Disela-sela kegiatan formal, rombongan juga di ajak berkunjung ke tempat wisata Tsunami.

Menurut koordinator Patani Center, Maulidia, tujuan dari kunjungan ke Aceh adalah untuk belajar kemampuan rakyat Aceh dalam membangun kembali pendidikan generasinya setelah berakhir konflik dan bencana tsunami.

“Kami sengaja memilih Aceh sebagai tujuan studi banding karena Aceh memiliki kemiripan dalam banyak segi. Jadi kami ingin mengetahui bagaimana kurikulum lokal yang diterapkan di Aceh. Selain itu kami ingin mendiskusikan upaya apa yang pernah ditempuh dalam memajukan kualitas pendidikan di masa konflik,” ujar Hilmi selaku ketua rombongan.

Maulidia melanjutkan, rombongan sangat antusias mendapat kesempatan untuk dapat berkunjung ke Universitas Syiah Kuala dan ke Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Di Unsyiah rombongan memperoleh pengetahuan baru terkait skill pedagogik.

Sementara di UIN Ar-Raniry para rombongan berbincang-bincang langsung dengan Prof. Farid Wadji.

“Beliau mengatakan setiap tahun UIN Ar-Raniry memberikan beasiswa untuk 5 (lima) mahasiswa asal Patani dan saat ini juga tersedia beasiswa Darmasiswa untuk belajar bahasa dan budaya selama 1 tahun di UIN Ar-Raniry,” tambah Lidia.

Rombongan juga berkunjung ke Dinas Pendidikan Aceh pada 26 April 2018 disambut langsung oleh Kabid GTK dan Staf Ahli pendidikan Aceh yang sekaligus menjabat sebagai wakil Majelis Pendidikan Aceh, Azwar Thaib.

Sedangkan Juanda Djamal, salah seorang pengurus ACSTF menjelaskan, selama ini kita terus mempromosikan pengalaman Aceh dalam menyelesaikan konflik dan bencana alam di negara-negara yang masih dilanda oleh konflik bersenjata seperti Thailand dan Filipina.

“Program ini kita jalankan, supaya kita juga mendapatkan feedback mereka untuk memperkuatkan perdamaian Aceh sendiri,” ujarnya.

ACSTF, tandasnya, melalui unit Patani Center, telah aktif terlibat berkolaborasi di Patani sejak tahun 2011 yang bekerjasama dengan Peace Unit  Universitas Sains Malaysia. (REL)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sebelum Masuk PDDikti, UNIKI Perketat Validasi Data Mahasiswa Baru

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperketat validasi data mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 untuk memastikan seluruh data yang tercatat dalam...

Semakin Dipercaya Masyarakat, Nasabah BSI Region Aceh Naik 31,76 Persen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh menunjukkan pertumbuhan positif.  Hingga Juli 2026, jumlah nasabah di...

Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie terkait sawah rusak berat menunjukkan progres sigap dan terukur. Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Ikuti Munas PEPSILI 2026 di IPB, Umuslim Perkuat Jejaring Ilmu Lingkungan

0
KABAR BIREUEN, Bogor – Program Studi Ilmu Lingkungan dan Magister Pemberdayaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Universitas Almuslim (Umuslim) memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi...

Polres Bireuen Santuni Anak Yatim pada Peringatan Maulid, Tausiah Disampaikan Abiya Jeunieb

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Polres Bireuen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar tausiah agama serta memberikan santunan kepada anak yatim dan santri. Kegiatan...

KABAR POPULER

Pemkab Bireuen Gelar Apel Kebangsaan, Satukan Semua Elemen Masyarakat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bireuen, melaksanakan Apel Kebangsaan Indonesia Damai Kabupaten Bireuen 2026. Kegiatan...

Tolak Di-RJ-kan dengan Anderson, Ilham Sakubat Minta Proses Hukum Dilanjutkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Upaya penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) dalam kasus dugaan penghinaan terhadap wartawan antara korban, M Ilham bin Sakubat,...

Polres Bireuen Santuni Anak Yatim pada Peringatan Maulid, Tausiah Disampaikan Abiya Jeunieb

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Polres Bireuen memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar tausiah agama serta memberikan santunan kepada anak yatim dan santri. Kegiatan...

Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

0
KABAR BIREUEN, Pidie — Penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie terkait sawah rusak berat menunjukkan progres sigap dan terukur. Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

83 Sumur Minyak Masyarakat di Bireuen Diverifikasi, Bupati Mukhlis Dorong Legalitas Tanpa Matikan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 83 sumur minyak masyarakat di Kabupaten Bireuen mulai diverifikasi secara faktual oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Badan Pengelola Migas...