Dr. Tgk. Musbani M. Basyah Saidi, MA

KABAR BIREUEN – Tgk Musbani M. Basyah Saidi, mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Program Studi Pendidikan Agama Islam, meraih gelar doktor, setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Inovasi Metode Pembelajaran Agama pada Dayah Salafi di Kabupaten Bireuen” pada sidang terbuka promosi doktor di Aula Lantai III Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Jumat (30/7/2021).

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Mukhsin Nyak Umar, MA, dengan anggota penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA, Prof. Eka Srimulyani, MA., Ph.D, Prof. Dr. Fauzi Saleh, MA, Prof. Dr. Yusrizal, M.Pd, Prof. Dr. T Zulfikar, M.Ed, Dr. Syabuddin Gade, M.Ag, dan Sekretaris Sidang Dr. Abd Mujahid Hamdan, M.Sc.

Dalam paparannya di hadapan tim penguji, Musbani menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian, adanya inovasi metode dalam pembelajaran tauhid, fiqih dan tasawuf pada dayah salafi di Kabupaten Bireuen.

Adapun implikasi inovasi metode pembelajaran dari penelitian ini, menurut Musbani, bagi santri secara umum mampu memberikan nilai tambah dalam peningkatan motivasi belajar, tingkat keaktifan santri, serta mengasah pola dan proses berpikir secara mendalam dan lebih tepat.

“Sehingga, mampu memberikan peningkatan prestasi santri dalam mendalami ilmu agama pada dayah salafi di Kabupaten Bireuen,” sebut Musbani.

Sementara bagi dewan guru, katanya, mampu menyusun langkah-langkah pembelajaran dengan konsep yang baik dan tepat dalam menemukan, menggunakan metode dalam proses belajar mengajar.

“Adapun novelty dari penelitian ini yaitu lahirnya rumusan inovasi metode pembelajaran tauhid, fiqih dan tasawuf berdasarkan karakteristik materi dan bahan ajar di dayah salafi,” jelas Musbani.

Dengan telah mendapatkan promosi tersebut, kini Musbani pun berhak menyandang gelar doktor. Kalau ditulis lebih lengkap, Dr. Tgk. Musbani M. Basyah Saidi, MA.

Riwayat Pendidikan dan Pekerjaan

Musbani lahir di Gampong Blang Kuta, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada 15 Oktober 1983, dari pasangan Tgk. Muhammad Basyah Saidi (almarhum) dan Ti Murni Ahmad.

Dia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 2 Blang Kuta tahun 1994. Kemudian dilanjutkan pendidikan SMP, tamat pada 1997. Setelah itu, melanjutkan pendidikan di dayah salafi pada LPI Darul Istiqamah, Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang dan Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Musbani mendapatkan gelar sarjana pada tahun 2011 dari Fakultas Tarbiyah Jurusan Tarbiyah Pendidikan Islam di STAI Almuslim (sekarang IAI Almuslim Aceh), Paya Lipah, Peusangan.

Kemudian, Musbani melanjutkan pendidikan tingginya ke PPS IAIN Ar-Raniry Prodi Kependidikan Islam dan mendapatkan gelar Master of Arts (MA) tahun 2014.

Berikutnya di tahun yang sama (2014), suami dari Hj. Sukmawati A. Gani, S.Pd.I, ini menempuh pendidikan ke jenjang program doktor (S3) PPS UIN Ar-Raniry Banda Aceh, konsentrasi Pendidikan Agama Islam.

Dalam berorganisasi, Musbani pernah menjadi Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Bireuen (2004-2005), Sekretaris Umum DPD KNPI Bireuen (2015-2018), Sekretaris Umum PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Bireuen (2020-2025) dan Bendahara  Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) 2020-2025.

Selain mengabdi sebagai dosen pada IAI Al Aziziyah Samalanga, ayah empat anak (tiga perempuan dan satu laki-laki) ini, juga pimpinan Dayah MDI Isyarafi Darussa’adah, Gampong Nicah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. (Red)