KABAR BIREUEN – Al Quran yang turun lima belas abad silam kepada Nabi Muhammad SAW, tidak sekedar menghimpun ayat-ayat yang tidak seorang pun mampu menandinginya.

Al Quran juga memperkenalkan dirinya sebagai “Hudan lin-nas” (petunjuk bagi seluruh umat manusia). Berbagai macam pokok persoalan mampu dijawab oleh makna-makna yang terkandung dalam Al Quran.

Kitab yang dengan membacanya saja mendapat pahala. Membawa misi sebagai pedoman hidup menuju kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat kelak.

Demikian antara lain disampaikan Tgk HM Yunus Adami, pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dalam tausiah memperingati Nuzulul Qur’an 1439 hijriah yang diselenggarakan Pemkab Bireuen melalui Dinas Syariat Islam di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Jumat malam (1/6/2018).

Dikatakannya, Al-Quran secara prinsipnya lengkap dengan pelbagai cabang ilmu untuk memenuhi keperluan manusia. Apa saja yang kita cari, pasti akan kita temui di dalam Al Qur’an.

“Bukan hanya terbatas pada zaman diturunkan, tapi tetap relevan dengan perkembangan zaman. Melintasi waktu berabad-abad lamanya,” ungkap Tgk HM Yunus Adami.

Menurut dia, Al Qur’an menghimpun segala bidang ilmu, mulai dari akidah hingga kemasyarakatan dalam aktifitas sehari-hari. Mulai dari perkara-perkara yang ada di langit tinggi hingga benda-benda yang ada di dasar bumi.

Misalnya, petunjuk makan. Al Quran membawakannya dengan sangat hati-hati. “Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi” (QS. 2:168). Al Quran menggarisbawahi makanan yang halal lagi baik. Sebab, makanan yang halal belum tentu baik, begitu juga sebaliknya.

Sebagian dari ciri makanan halal ialah bersih, menyehatkan, dan tidak kadaluarsa. Sementara baik dimaksudkan, memperolehnya secara halal dan tidak mencuri.

Jika ditelusuri lebih lanjut semua itu akan berdampak bagi kesehatan dan perilaku kita di masa mendatang, demikian petunjuk Al Quran.

Sekarang ini banyak buku petunjuk tentang akan tetapi semuanya belum terbukti dan teruji oleh perkembangan zaman dari waktu ke waktu.

Berbeda dengan kitab petunjuk Al Quran yang tidak akan pernah basi di makan waktu. Konon lagi kitan petunjuk hidup ini bersumber dari dari Allah SWT yang mengatur segala perihal kehidupan.

Tentu saja terjamin kebenarannya dan tidak ada keraguan padanya. Kalau pada zaman Nabi SAW dulu, kitab petunjuk tersebut turun ketika permasalahan datang. Sekarang petunjuk itu telah ada sebelum permasalahan datang.

Kitab petunjuk Al Qur’an sekalipun terbatas pada sekian ribu ayat, tetapi memancarkan makna yang demikian dalam dan tidak ada habisnya.

Apabila membaca Al Quran, akan jelas menemukan makna-makna lain. Kalimat atau ayat yang mempunyai arti bermacam-macam, semuanya benar. Ayat-ayat Al Quran bagaikan intan: setiap sudut memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain.

Al Quran, disamping misinya sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia, juga mampu menggetarkan hati serta memiliki daya tarik yang demikian luar biasa dari sisi bahasa.

Seperti apa yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW, yakni Al Quran. Bahasanya yang demikian memperesona dan mutiara pesan-pesannya yang demikian agung. Sangat menggetarkan kalbu.

Sekian ayat Al Quran pada 114 surat menjadikan banyak orang terkagum. Kalam Ilahi yang merupakan ayat-ayat Allah yang juga sangat mempesonakan.

Wahyu pertama adalah “Iqra’” (bacalah). Bahkan, kata Iqra’ diulanginya dua kali, Bukan hanya sekadar perintah membaca dalam pengertiannya yang sempit, melainkan juga mengandung makna “telitilah, dalamilah”. Karena dengan penelitian dan pendalaman itu, manusia dapat meraih sebanyak mungkin kebahagiaan.

Semoga, kata dia, kita mampu menjadikan Al Quran sebagai ruh dalam menjalani segala aktifitas sehari-hari. Menyatu dalam gerak langkah, denyut nadi dan ucapan yang keluar dari mulut kita.

“Membumi dalam hati, akal, pikiran, jiwa, perasaan dan perilaku, bahkan seluruh totalitas kita sehari-hari. Ini menjadi pijakan yang pasti kebenarannya dan menunjukkan jalan kesejahteraan, ketenteraman, kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat,” ujar Tgk HM Yunus Adami. (HAR Djuli)

 

BAGIKAN